Cegah Penyebaran Covid 19, Hardiono: Harusnya Balaikota Depok di-Lockdown

122
Hardiono

Margonda | jurnaldepok.id
Penutupan area di lingkungan Balaikota Kota Depok jangan setengah-setengah kalau perlu dilakukan secara penuh.

Hal itu dikatakan Sekretaris Pemkot Depok, Hardiono terkait adanya karyawan atau pegawai di lingkungan gedung Sekretariat Daerah yang terindikasi Covid 19. Ia pun tak menampik adanya peristiwa tersebut.

“Iya (yang kena Covid) karyawan yang suka mondar-mandir di ruangan saya. Tapi bukan hanya ruangan saya aja, dia itu ke tempat lain juga muter-muter,” ujarnya, kemarin.

Ketika disinggung apakah ada lagi yang terpapar, Hardiono mengaku tidak tahu.

Lebih lanjut Hardiono mengatakan, penutupan kantor dilakukan selama sepekan. Namun menurut dia, idealnya selama 14 hari.

Selain Sekda Depok, kasus terkonfirmasi positif juga ditemukan di lingkungan Gedung Perpustakaan yang juga berada di area Balai Kota Depok.

Lingkungan Perpustakaan di Balaikota Juga ditutup, sebelumnya, kasus serupa juga ditemukan di area kantor DPAPMK yang juga dilingkungan pemerintah setempat.

Terkait dengan sederet temuan tersebut, Hardiono menilai sudah seharusnya Balai Kota Depok di lockdown.

“Iya harusnya begitu jangan separuh-separuh, semua ditutup kayak Provinsi Jawa Barat semua ditutup,”katanya.

Mengenai teknis penerapan jam malam di lingkungan RW, maka hal tersebut dapat dibahas oleh pengurus RW dengan warganya.

“Misalnya pemasangan portal, penjagaan di setiap pintu masuk RW, dan penerapatan protokol kesehatan secara ketat di masyarakat. Permasalahan itu dapat didiskusikan antarpengurus RW dengan warganya. Jangan dibuat rumit. Semuanya diserahkan ke masyarakat asalkan protokol kesehatan tidak dilupakan,” jelasnya.

Hardiono menjelaskan, pelaksanaan jam malam di Kampung Siaga Covid di Kota Depok dilakukan secara persuasif. Terdapat 900 lebih Kampung Siaga Covid di Kota Depok yang harus mengedepankan penerapan protokol kesehatan.

“Penerapan protokol kesehatan masyarakat di setiap RW menjadi kunci memutus mata rantai di Kota Depok,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here