Tim Akar Rumput Selektif Pilih Bakal Calon Wali Kota

60
Tim Akar Rumput saat foto dengan pengurus

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Tim Akar Rumput mendesak Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok untuk menegakan Peraturan Presiden Tahun 2020 tentang tata ruang di Jabodetabek Puncak Cianjur sebagai misi dan visi sinergitas.

Juru bicara Tim Akar Rumput, Suryadi mengatakan, pada tanggal 4,5 dan 6 September para bacalon akan mendaftarkan diri ke kantor Komisi Pemilihan Umum Kota Depok.

“Dimana bacalon akan mengantar berkas dukungan dari parpol pengusung, serta kelengkapan administrasi lainya plus misi dan visi paslon walikota dan wakil walikota Depok oleh KPU. Seiring dengan perkembangan zaman bahwa Kota Depok memiliki puluhan kawasan setu, ratusan sebaran cagar budaya dan di lintasi sungai Ciliwung yang sangat potensial jika dikelola untuk destinasi wisata lokal,” ujarnya, kemarin.

Sebagai akses pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi warga sekitar yang berhuni di kawasan setu, Sungai Ciliwung dan cagar budaya hingga ke promosi produk unggulan binaan UMKM dari wisata kuliner hingga produk para pengrajin lokal.

Melihat kondisi itu, misi dan visi bacalon Walikota dan Wakil Walikota Depok pada perhelatan Pilkada 2020 merupakan hal yang dinantikan oleh para pemilih pada saat menentukan pilihanya di bilik suara TPS yakni pada 9 desember 2020

Dikatakannya, Pilkada Depok 2020 ini adalah tantangan terhebat bagi para bacalon Walikota dan Walikota Depok yang akan berkompetitor dalam mewujudkan Perpes No 60 tahun 2020 Tentang Tata Ruang Jabodetabek Punjur.

“Wilayah Kota Depok merupakan wilayah hukum dan pemerintahan yang terintegrasi dalam terwujudnya Program Pembangunan Nasional di era Jokowi-Ma ruf Amin dan Provinsi Jawa Barat,” paparnya.

Presiden Joko Widodo, kata dia, telah menetapkan Peraturan Presiden ( Perpres) Nomor 60 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabek-Punjur) pada 16 April 2020 dengan jangka waktu pelaksanaan 20 tahun dari 2020-2039. Aturan tersebut merupakan revisi atas Perpres Nomor 54 Tahun 2008 tentang Penataan Ruang Jabodetabek-Punjur.

Dalam Perpres Tata Ruang 2020-2039 tersebut, pemerintah menyoroti enam isu strategis antara lain kemacetan, banjir, ketersedian air baku, penanganan sampah dan sanitasi, antisipasi penurunan permukaan tanah dan pemenuhan kebutuhan ruang, serta pengendalian pemanfaatan ruang dan pertanahan.

“Kita tahu bahwa Jakarta ini menjadi kota metropolitan yang berkembang luar biasa cepat, penduduk di Jabodetabekpunjur begitu banyak, tantangan lingkungannya juga cukup besar, masalah persaampahan, traffic, dan lain-lain itu perlu diatasi bersama secara lebih efektif,”katanya.

Tim akar rumput mengimbau kepada KPU Kota Depok untuk memasukan Perpes No 60 tahun 2020 tentang Tata Ruang Jabodetabek Punjur dalam debat calon Walikota dan Wakil Walikota Depok.

“Kami rasa misi dan visi bacalon walikota dan wakil walikota depok 2020 adalah bukan sekedar untuk meraih simpati masyarakat, akan tetapi menjadi tolak ukur konsistensi dan komitmen yang kuat dari paslon untuk menjadikan pilkada lebih berkualitas untuk kemajuan mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here