Kasus Covid 19 di Kota Depok Dinilai Seperti Fenomena Gunung Es

88
Petugas kesehatan saat melakukan rapid test

Laporan: Aji Hendro
Kasus Covid 19 diibaratkan seperti fenomena gunung es meski berada di zona oranye namun virus Covid 19 masih terus mengalami peningkatan di Kota Depok.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita menuturkan, setelah mengidentifikasi kasus terkonfirmasi positif tersebut, pihaknya langsung melaksanakan mitigasi protokol kesehatan diantaranya melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada seluruh ruangan kantor Dinas Perlindungan Anak dan Kantor Kecamatan Sukmajaya.

Selain itu, penutupan sementara operasional kantor per tanggal 27 Agustus hingga 1 September 2020.

“Untuk tes Swab dan PCR, sudah mulai dilakukan untuk ASN sejak Senin kemarin sampai hari ini. Secara bertahap, ini memang tugas berat kami dalam menegakkan protokol kesehatan,” ujarnya, kemarin.

Menurut dia, kasus Covid 19 diibaratkan seperti fenomena gunung es terutama ketika berada dalam masa transisi, dimana status resiko Covid 19 terbagi kedalam beberapa zona yaitu hijau (sudah tidak ada kasus atau infeksi Korona), Zona Kuning ( ada beberapa kasus Covid – 19, dengan beberapa penularan lokal), zona merah (Masih ada kasus Covid 19 pada satu atau lebih klaster dengan peningkatan kasus yang tinggi), Zona hitam (kasus Covid 19, pada suatu daerah sudah sangat parah), Zona oranye (berdekatan dengan zona merah).

Nova mengungkapkan, orang-orang di wilayah zona hijau bisa saja saat diperiksa melalui tes Swab dan PCR maupun rapid test ternyata banyak yang terindikasi Covid 19.

Oleh sebab itu, di masa transisi ini akan semakin banyak yang diketahui statusnya.

“Jadi, menurut saya ini seperti fenomena gunung es. Masyarakat seharusnya aktif dengan mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

Dinas Kesehatan Kota Depok, telah melaksanakan tiga upaya dalam penanganan penyebaran kasus Covid 19 diantaranya secara preventif, deteksi, dan responsif.

Upaya preventif yaitu dengan penyemprotan disinfektan, pendisiplinan masker, jaga jarak, meningkatkan PHBS. Sedangkan deteksi melalui pemeriksaan sebanyak mungkin seluruh masyarakat untuk mengetahui statusnya.

“Responsif, menyiapkan RS yang menangani dan merawat pasien terkonfirmasi positif Covid 19,” terangnya.

Selanjutnya Nova mengingatkan kepada masyarakat maupun ASN di Kota Depok agar selalu, memperhatikan protokol kesehatan.

Seperti kasus terkonfirmasi positif saat ini, diakuinya merupakan bentuk ketidaksiplinan dalam mematuhi aturan kesehatan.

“Ya, tidak hanya ASN nya yang membandel, masyarakatnya juga sama tidak semua pakai masker bahkan masih ditemukan masker yang nempel di dagu, saat ngobrol dibuka dan ini kami rasa salah,” pungkasnya. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here