Insentif Belum Terbayar, IDI Terima Keluhan Tenaga Medis

84
Sukwanto Gamalyono

Margonda | jurnaldepok.id
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Kota sering mendapat aduan atau keluhan dari para tenaga medis.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Kota Depok, Sukwanto Gamalyono mengatakan keluhan yang diterima seperti masalah insentif dan masalah Alat Pelindung Diri serta pasokan masker.

“Kami terima keluhan banyak, misalnya, insentif belum terbayar. Tapi, menurut saya, karena dana Covid dari Kemenkes belum turun kan,” ujar Sukwanto, kemarin.

Akan tetapi IDI belum mendapatkan data pasti tentang jumlah tenaga medis yang belum menerima dana insentif.

“Biasanya, para tenaga medis yang bekerja di rumah sakit swasta. Sejauh ini rumah sakit swasta memang terdampak cukup besar, berbeda dengan rumah sakit pemerintah yang semua pegawainya digaji oleh Negara,” paparnya.

Ia menyebutkan, rumah sakit swasta terdampak cukup signifikan karena jumlah pasien yang menurun drastis.

“Dampaknya bukan kepada dokter saja, perawat juga. Penurunan pasien bisa mencapai 60 persen. Persoalan lainnya adalah dari segi waktu dan tenaga akibat kurangnya Sumber Daya Manusia,” katanya.

Para tenaga medis, kata dia, memerlukan waktu untuk istirahat yang cukup demi menjaga stamina tubuh tetap bugar sehingga tidak rentan terserang penyakit. Dia bersyukur masih mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Depok. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here