Wali Kota Garap Pembangunan Kampung Budaya Betawi Depok

357
Wali Kota Depok, Mohammad Idris saat meletakan batu pertama pembangunan Kampung Budaya Betawi Depok

Bojongsari | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Mohammad Idris mewujudkan keinginan warga di wilayah Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, dengan membangun Kampung Budaya Betawi Depok di wilayah tersebut.

“Budaya lokal harus dipertahankan dan ditonjolkan, makanya dalam sebuah proses asimilisasi atau percampuran budaya bakal ada sebuah persaingan. Dari itu, peran KOOD harus meningkatkan persaingan ini sehingga ketika terjadi asimilasi tidak dominan namun Budaya Betawi tetap ada,” ujar Idris, Jumat (21/8).

Pernyataan itu dikatakan Idris saat melakukan pelatakan batu pertama pembangunan Kampung Budaya Betawi Depok di kawasan Jalan Perumahan Sawangan Elok RT 02/10 Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari.

Ia menambahkan, Depok juga dikenal sebagai Betawi Ora. Ketika Depok ingin dijadikan kota yang berbudaya, kata dia, banyak tarian budaya.

“Sekali lagi, dalam proses asimilasi budaya jangan sampai yang namanya budaya lokal keasliannya hilang. Makanya harus dikenalkan, mungkin masayarakat yang saat ini usianya sudah 50 tahun ke atas masih kenal sama budaya Betawi, tapi anak-anak kita yang masih kecil-kecil harus dikenalkan dengan budaya Betawi dan budaya Depok,” paparnya.

Dari itu, sambungnya, atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Depok mengucapkan terimakasih dengan dibangunnya kampung budaya.

“KOOD juga telah membangun Rumah Budaya, kami apresiasi. Ini tanah pemerintah (kampung budaya,red) dan nanti warga yang membangun, kami kasih lahannya,” jelasnya.

Lurah Duren Seribu, Suhendar mengatakan, kampung budaya tersebut nantinya sebagai wadah budaya-budaya yang dilokalisasi di satu kampung.

“Mulai dari kesenian hingga kulinernya nanti ada di kampung budaya ini, selain itu akan menjadi pusat edukasi budaya juga,” tandasnya didampingi Camat Bojongsari, Dede Hidayat.

Kampung Budaya Betawi Depok dibangun di atas lahan seluas 1.300 meter yang merupakan fasos fasum dari Perumahan Sawangan Elok.

“Target selesai pembangunan di 2022, langkah awal dari swadaya masyarakat yang memulainya dengan penurapan, lahan parkir dan pembangunan gapura, In Sya Allah tahun ini akan selesai. Setelah itu akan kami serahkan ke Disporyata. Sampai saat ini terkumpul dana swadaya Rp 50 juta,” terangnya.

Ketua KOOD Kecamatan Bojongsari, H Wardana menyambut baik dengan dibangunnya Kampung Budaya Betawi Ora di kawasan Duren Seribu.

“In Sya Allah ini akan bermanfaat bagi masyarakat di Duren Seribu dan umumnya di wilayah Bojongsari,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here