Masuk Jalur Cepat, Ratusan Pengendara Sepeda Motor Ditilang

880
Aparat kepolisian saat melakukan tilang kepada pemotor yang melanggar

Margonda | jurnaldepok.id
Ratusan pengendara sepeda motor yang melintas di jalur cepat Margonda mendapatkan penindakan berupa tilang oleh petugas kepolisian. Satgas Satlantas Polrestro Depok menilang pengendara motor di kawasan tertib lalu lintas (KTL) yang masuk jalur cepat di Jalan Margonda karena sudah diberlakukan pada 18 Agustus.

Kasat Lantas Polrestro Depok, Kompol Erwin Aras Genda mengatakan dalam melakukan penegakan hukum (Gakkum) berupa tilang perdana diterapkan di KTL Jalan Raya Margonda.

“Kami bentuk tim Satgas sebanyak 20 personil dibawah pimpinan Kanit Turjawali Satlantas Polrestro Depok, Iptu Nanang, selama sebulan akan berada di sepanjang Jalan Margonda untuk memantau pelanggar motor yang masuk jalur cepat Margonda segera ditindak berupa penilangan,”ujarnya, Senin (18/8).

Dia menuturkan, pihaknya terlebih dahulu telah melakukan sosialisasi selama seminggu baik dari pemasangan spanduk maupun aksi anggota turun ke jalan memberikan imbauan kepada pengendara bermotor.

“Hari pertama tidak ada target berapa yang harus ditindak, jika ada pelanggaran motor masuk ke jalur cepat di Jalan Margonda termasuk kawasan KTL,”katanya.

Dikatakannya Depok sebagai penyumbang pelanggar terbanyak di wilayah DKI Jakarta dan ia berharap masyarakat dapat lebih tertib lagi dalam menaati rambu-rambu lalu lintas

“Melanggar adalah awal dari Laka Lantas. Dengan demikian anggota tidak akan bosan dan meningkatkan tertib berlalulintas merupakan suatu budaya bangsa,” paparnya.

Terpisah Kanit Turjawali Satlantas Polrestro Depok, Iptu Nanang menyebutkan dalam sehari pihaknya telah menyiapkan sebanyak 250 buku pelanggaran tilang bagi pengendara motor yang melanggar di kawasan KTL seperti Margonda.

“Mulai hari ini pengendara motor tidak boleh masuk ke jalur cepat Margonda karena merupakan Kawasan Tertib Lalulintas (KTL). Selain itu selama sebulan penuh anggota Satgas sebanyak 25 personil kami siagakan hingga pagi sampai sore selama penerapan E-TLE diberlakukan di Depok,” tandasnya.

Terpisah pengandara motor Ali Farhan mengatakan jika memang betul akan ada penerapan E-TLE di sepanjang Jalan Margonda sangat mendukung.

“Saya masuk ke jalur cepat Margonda jika salah siap salah dan siap untuk ditilang. Jika akan ada penerapan E-TLE di Depok khususnya Jalan Margonda setuju karena dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas juga,”tambahnya.

Pengendara lainnya, Sutisna meminta kepada petugas Kepolisian dan dan Dishub untuk menertibkan parkiran liar yang ada di bahu Jalan Margonda karena mengakibatkan kemacetan lalu lintas.

“Jangan kami saja yang ditindak akan tetapi pengendara lain yang parkir di bahu Jalan Margonda harus ditindak juga,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here