Disentil Mendagri Pakai Masker N95, Idris Buka-bukaan

827
Wali Kota Depok didampingi Forkopimda saat menyapa peserta upacara virtual

Margonda | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengkalrifikasi ‘sentilan’ yang dilakukan oleh Menteri Dalam Negri, Tito Karnavian terkait penggunaan masker N95 yang dikenakan Idris pada saat launching Gerakan 2 Juta Masker di Kota Depok beberapa hari lalu.

“Saya klarifikasi kalau wali kota dikritik sama Pak Menteri karena memakai masker N95. Masker itu saya pakai semenjak mendengar banyak kepala daerah yang terkena positif covid, saya parno,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, kemarin.

Pasalnya, kata dia, dirinya banyak berinteraksi dengan masyarakat termasuk rekan-rekan media yang dirinya tak tahu kondisi kesehatannya.

“Makanya saya pakai masker N95, yang relatif aman, namanya ikhtiar kan. Kalau ini dianggap kesalahan Negara, ya saya buang nanti, kan saya mampu beli sendiri,” paparnya.

Kalau masker N95 hanya diperuntukkan dan khusus dipergunakan oleh tenaga medis, sambungnya, agar dikeluarkan aturannya.

“Tidak boleh pakai masker N95 kecuali dokter yang menangani pasien positif Covid 19, kan tidak ada aturannya seperti itu, yang penting kita jaga diri,” katanya.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian saat kegiatan launching dua juta masker di Kecamatan Tapos, mengatakan, lockdown tak mungkin diterapkan di Depok, maka yang harus dilakukan adalah me-lockdown wajah dengan cara menutup mulut dan hidung menggunakan masker.

“Kita enggak bisa melakukan lockdown Depok, imposibble dan yang kita lakukan lockdown muka, lockdown hidung dan mulut kita. Kalau pakai masker satu, yang sakit pakai masker, risikonya lima persen. Kalau dua-duanya pakai, itu 1,5 persen,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here