Pejabatnya Terpapar Covid 19, Wali Kota Minta Bawaslu Perketat Protokol Kesehatan

500
Mohammad Idris

Margonda | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Mohammad Idris merasa prihatin dengan ditemukannya kasus positif Covid 19 yang menimpa pejabat dan staf Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok.

“Interaksi mereka harus benar-benar diperketat protokolnya, dari pihak teman-teman di dalam dan pihak partai politik dan siapapun yang berinteraksi di Bawaslu, ini harus di perketat. Misalnya, setiap pekan harus dilakukan rapid test,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Senin (17/8).

Rapid test untuk Bawaslu dikatakan Idris akan dilakukan di pekan ini, hal itu dimaksudkan untuk mentracking Covid 19.

“Protokol bertemu mereka juga harus diperketat, enggak sembarangan nanti masyarakat dengan mereka terlebih koordinator sekretariat Bawaslu, yang terkena ini kan sekretaris dan bendahara nya. Itu yang kami sedang tracking, mungkin terkena pada saat interaksi diluar atau orang dalam yang sudah terkena,” paparnya.

Sebelumnya, Tim Ggus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Depok membenarkan jika ada pejabat dan staf Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok yang terindikasi positif Covid 19.

“Untuk Bawaslu betul ada kasus positif, saat ini sedang proses terapy dan isolasi,” ujar H Dadang Wihana, Jurbicara Tim Gugus Tugas PP Covid 19 Kota Depok, Minggu (16/8).

Ia menambahkan, untuk kontak erat saat ini sedang ditracing dan dilakukan isolasi mandiri.

“Selanjutnya akan segera dilakukan swab test, direncanakan hari Selasa,” paparnya.

Lebih lanjut Dadang mengatakan, pihaknya saat ini selalu berkomunikasi dengan Ketua Bawaslu Depok.

“Ketua Bawaslu juga sudah sigap melakukan mitigasi dalam kasus ini,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here