Mendagri Ungkap Depok Tak Mungkin Dilockdown

869
Mendagri didampingi wali kota saat meluncurkan gerakan dua juta masker

Tapos | jurnaldepok.id
Wilayah Kota Depok dengan jumlah penduduk mencapai 2,4 juta tidak mungkin dilakukan lockdown sebagai antisipasi penyebaran virus Covid 19. Demikian dikatakan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian saat kegiatan launching dua juta masker di Kecamatan Tapos, Kamis (13/8).

Dia mengatakan, wilayah Depok tidak ada batas alam seperti laut, pegunungan sehingga tidak mungkin dilakukan lockdown.

“Jika dilakukan lockdown harus disiapkan berbagai penunjang lainnya untuk kebutuhan warga Kota Depok itu sendiri. Apalagi aktifitas warga Depok banyak yang bekerja di Jakarta setiap harinya,” ujarnya, kemarin.

Menurut Tito, lantaran lockdown tak mungkin diterapkan di Depok, maka yang harus dilakukan adalah me-lockdown wajah dengan cara menutup mulut dan hidung menggunakan masker.

“Kita enggak bisa melakukan lockdown Depok, imposibble dan yang kita lakukan lockdown muka, lockdown hidung dan mulut kita. Kalau pakai masker satu, yang sakit pakai masker, risikonya lima persen. Kalau dua-duanya pakai, itu 1,5 persen,” paparnya.

Dengan adanya hasil penelitian itu, Tito meminta seluruh masyarakat, termasuk warga Depok, untuk selalu menggunakan masker. Ia juga mengapresiasi inovasi Pemerintah Kota Depok terkait peluncuran gerakan dua juta masker.

“Gerakan ini sesuai dengan arahan presiden yaitu selama dua pekan diintensifkan sosialisasi penggunaan masker guna mencegah penyebaran Covid-19. Saya apresiasi kepada Wali Kota Depok atas launching gerakan 2 juta masker ini,”katanya.

Sementara itu, Wali Kota Depok, Mohammad Idris juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada Mendagri dan Presiden RI yang telah memberikan perhatian kepada Kota Depok terkait gerakan bermasker di seluruh wilayah Indonesia.

“Masih banyak masyarakat yang kurang kesadaran dan kedisiplinan menggunakan masker. Karena itu, kita akan gunakan jaringan-jaringan yang ada untuk melakukan sosialisasi penggunaan masker,” tandasnya.

Menurutnya, sosialisasi tidak hanya dilakukan oleh aparatur saja, tetapi juga melibatkan seluruh ormas, lembaga, komunitas, dan pemangku kepentingan dalam bidang keagamaan, sosial dan budaya.

“Semua akan kami kerahkan untuk menyadarkan masyarakat pentingnya menggunakan masker. Kami tidak hanya berbagi masker, tetapi bagaimana menyadarkan masyarakat untuk memakai masker,” jelasnya.

Idris berharap dengan pemberian sosialisasi penggunaan masker tidak ada lagi pelanggaran oleh masyarakat dalam penggunaan masker di Kota Depok.

“Mudah-mudahan Kota Depok bisa mengurangi penularan Covid-19 hingga nol kasus,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here