Dinilai Berpihak Kepada Kesejahteraan, Buruh Lirik Pencalonan Idris

189
Wido Pratikno

Margonda | jurnaldepok.id
Para pekerja di Kota Depok melirik pencalonan Mohmmad Idris sebagai Wali Kota Depok di Pilkada 9 Desember mendatang.

Ketua Serikat Pekerja Metal Indonesia, Wido Pratikno mengakui memang saat ini kalangan buruh belum menyatakan sikap politiknya kepada calon yang akan berkompetisi di Pilkada Depok.

“Kami belum lakukan deklarasi berikan dukungan kepada calon manapun, karena para calon belum mendaftarkan ke KPU,” ujarnya, Kamis (13/8).

Namun pihaknya melirik kepimpinan Mohammad Idris untuk dicalonkan kembali menjadi Wali Kota Depok di Pilkada Depok 2020.

“Kalau sudah daftar ke KPU baru kami para pekerja di Depok akan berani mendeklrasikan diri untuk Mohamad Idris,” paparnya.

Dia melirik nama Mohammad Idris karena selama ini kalangan buruh mendapatkan respon yang baik saat kepimpinannya menjadi Wali Kota Depok.

“Ahamdullilah selama Pak Idris menjadi wali kota, suara-suara buruh direspon oleh beliau seperti masalah Upah Minimum Regional Kota,”katanya.

Saat ditanya ada rencana pemerintah memberikan bantuan dana bagi karyawan swasta bergaji dibawah Rp 5 juta, ia menilai bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 600.000 ini dikatakan Wido dapat meringankan beban khususnya bagi kaum buruh di masa pandemi sekarang ini.

“Kalau memang benar demikian (memberikan bantuan uang) ya tentunya bagus karena dapat mendorong daya beli masyarakat disaat (pandemi) seperti sekarang ini,” jelasnya.

Wido berharap saat ini pemerintah tak hanya memberikan bantuan berupa uang tunai saja. Sebab, para pekerja khususnya kaum buruh banyak yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Mereka yang di PHK pun, kata Wido, tak hanya disebabkan perusahaan yang tak sanggup menutupi pengeluaran maupun perusahaan yang terpaksa harus tutup akibat tak mampu bertahan di tengah gempuran pandemi Covid 19.

“Seharusnya pemerintah juga dapat memikirkan hal tersebut dengan menyiapkan lapangan pekerjaan. Mereka yang di PHK ini pun lebih sengsara lagi hidupnya, kalau mereka yang masih bekerja dan mendapatkan bantuan tentu akan merasa terbantu, tapi bagaimana dengan yang di PHK?,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here