Gara-gara Corona, Bisnis Tahu Melehoy

44
Salah satu pabrik tahu yang berada di wilayah Limo

Limo | jurnaldepok.id
Sejumlah produsen tahu di wilayah Kota Depok mengeluhkan turunnya omzet penjualan sejak merebaknya wabah corona, terlebih sejak ditutupnya kegiatan belajar mengajar di sekolah, omzet penjualan tahu secara umum menurun drastis lantaran semua pedagang berbahan dasar tahu yang biasa berjualan dilingkungan sekolah kini tak lagi berjualan dan hal itu sangat berpengaruh terhadap omzet penjualan tahu dari tingkat pabrik.

Demikian diungkapkan Pujiono Karyawan bagian produksi tahu di kawasan Vila Mutiara Rw 10, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Selasa (11/8).

Dikatakan Puji, pada kondisi normal, pihaknya mampu menghabiskan lebih dari dua ton kacang kedelai sebagai bahan dasar pembuatan tahu, dan sejak wabah corona merebak, produksi tahu menurun lebih dari 30 persen.

“Kalau kondisi normal kami bisa memproduksi lebih dari 4 ribu tahu ukuran besar dengan harga jual Rp 2.000 untuk satu potong tahu, tapi sejak wabah corona merebak, kami hanya mampu menjual sekitar 3.000 potong tahu,” ujar Puji kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dia menambahkan, jika dalam sehari pihaknya bisa menjual tahu sebanyak 4.000 potong maka omzet penjualan mencapai Rp 8 juta itu artinya dalam sebulan omzet penjualan tahu bisa mencapai Rp 240 juta, namun setelah wabah Korona merebak, omzet penjualan maksimal Rp 180 juta / bulan.

Dikatakan Puji, selain harus memikirkan biaya operasional dalam proses produksi mulai dari pembelian baku, pihaknya juga harus menyisihkan keuntungan untuk membayar upah para pekerja bagian produksi dan pemasaran serta biaya operasional lainnya.

Dia berharap wabah Korona segera berlalu agar roda ekonomi kembali berputar normal sehingga omzet penjualan tahu dapat kembali membaik minimal kembali pada kondisi semula sebelum merebaknya wabah Korona.

“Bukan hanya kami saja, semua produsen tahu menjerit dengan penurunan omzet penjualan, tapi meski begitu kami masih bersyukur karena meskipun dalam kondisi seperti ini, usaha kami masih bisa bertahan,” tutup Puji. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here