Retribusi Pasar Kemirimuka Dipertanyakan Pedagang

75
Terlihat lengang area Pasar Kemirimuka

Beji | jurnaldepok.id
Para pedagang di Pasar Kemirimuka mempertanyakan aliran retribusi Pasar Kemirimuka yang setiap hari ditarik oleh salah satu petugas UPT tersebut.

Kardi, salah satu pedagang kepada wartawan mengatakan setiap hari ada salah satu petugas diduga pegawai yang melakukan penarikan retribusi di Pasar Kemirimuka senilai Rp 4.000 tanpa adanya karcis retribusi.

“Setiap hari kami didatangi oleh seorang petugas diduga dari UPT meminta uang retribusi Rp 4.000 sehari, tanpa memberikan karcis retribusi,”katanya, Kamis (6/8).

Adanya uang retribusi ini para pedagang mempertanyakan penarikan tersebut karena tanpa adanya karcis dari petugas.

“Kami rasa engak hanya kami saja yang dimintain uang retribusi, besar kemungkinan semua pedagang dimintai uang retribusi,” ujarnya.

Adanya penarikan uang retribusi dari petugas para pedagang mempertanyakan aliran tersebut karena tidak ada karcis resminya.

“Kalau ada karcis retribusi kami dan pedagang lainnya tidak mempermasalahkannya, namun ini sudah ada penarikan tidak ada karcisnya,”katanya.

Anehnya lagi, kata dia, pedagang selalu dimintai retribusi setiap hari akan tetapi kondisi pasar Kemirimuka selalu kotor jorok dan tidak ada pemeliharaan dari Pemkot Depok.

“Ini yang kami tanyakan kemana uang retribusi Pasar Kemirimuka, tidak ada transparan dalam hal penggunaan uang retribusi tersebut,” ungkapnya.

Pedagang juga mempertanyakan uang retribusi Rp 10.000 perbulan yang dimintai oleh seorang wanita diduga sering dipanggil Welly.

Sementara itu ketua PPTMD, Yaya Barhaya menambahkan dirinya sudah mendengar dari para pedagang atas dugaan pungutan liar retribusi di Pasar Kemirimuka.

“Para pedagang selalu menanyakan kepada kami perihal uang retribusi yang setiap hari ditarik oleh petugas,” tanggapnya.

Jika sehari Rp 4.000 dikalikan 1000 pedagang maka setiap hari uang tarikan mencapai Rp 4 juta dan bayangkan kalau dalam satu tahun jumlanyanya mencapai miliaran.

“Dana itu kemana kita engak tahu, Pasar Kemirimuka tetap saja kotor,”katanya.

Dia mengatakan dari laporan pedagang, petugas menarik uang retribusi setiap harinya Rp 4.000 namun pengelolaannya tidak jelas.

Tidak hanya itu saja, pedagang juga menanyakan uang iuran sekitar Rp 10.000 oleh seorang pedagang wanita yang pengelolannya juga tidak jelas.

“Engak petugas saja namun pedagang juga mempertanyakan adanya uang tarikan Rp 10.000,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here