Korban Pembunuhan di Apartemen Mares Sering Cekcok Dengan Pacarnya

2209
Ilustrasi

Beji | jurnaldepok.id
Keluarga AO (36) mengaku kaget dengan kabar tewasnya ibu dua anak tersebut. Kabar duka itu pun juga membuat mantan suami korban kaget dan masih tidak percaya.

Chandra, mantan suami korban mengatakan, diduga mantan istrinya itu tewas dibunuh oleh teman dekatnya.

“Saya mantan suami (korban), saya menduga korban dibunuh oleh pacarnya. Saya kenal dengannya (diduga) pelaku. Karena mantan istri saya sering curhat, sering cekcok sama P (pelaku),” ujarnya, Rabu (5/8).

Chamdra dan korban berpisah sekitar tahun 2016 lalu. Namun Chandra masih sering berkomunikasi dengan mantan istrinya karena dua anaknya tinggal bersama korban.

“Secara pribadi hubungan saya baik dengan mantan istri saya, karena saya punya kewajiban menafkahkan dua anak saya. Terakhir tanggal 30 Juli saat gajian saya transfer uang ke almarhumah,” paparnya.

Chandra menambahkan, perilaku pacar korban tidak baik dengan AO, termasuk dengan pihak keluarga dan anak. Korban dan pacarnya sudah menjalin hubungan sejak dua tahun lalu dan rencananya akan menikah.

Ia mengatakan korban sering curhat selama berhubungan dengan teman korban (diduga pelaku) karena sering mengancam.

“Hubungan korban dan diduga pelaku dibilang pacaran. Saya kenal dengan pacar korban. Tapi pihak keluarga mantan istri tidak pernah komunikasi denganya (pelaku) karena etika pelaku tidak baik,” katanya.

Chandra menuturkan, teman dekat korban juga pernah mengambil televisi milik korban dan handpone milik anaknya. Hal itu diketahuinya dari anak pertamanya.

“Kalau kekerasan fisik saya tidak tahu. Kalau ribut cekcok dan keluarga tahu, itu sudah sering,” ucapnya.

Dia menuturkan sekitar tiga bulan lalu, korban pernah cerita padanya kalau sedang bertengkar dengan pacarnya itu. Mantan istrinya pun diancam oleh pacarnya.

“Kalau anak saya pernah digeretak sekali. Anak saya ngadu ke saya. Saya bilang ke P, kalau mantan istri gua boleh elo apain. Tapi kalau anak, elo colek, berurusan sama gua,”ungkapnya.

Sementara itu ibu kandung korban, Masyirah merasa kaget atas meninggal anaknya tersebut.

“Kami iklaskan kepergian anak kami, tapi kami harap polisi menangkap pelaku pembunuh anak kami,”katanya.

Sementara itu Rojali, Ketua RT 06/15 Kelurahan Beji yang dekat rumah orang tua korban mengatakan, korban adalah warganya.

“Dia mengontrak sebuah rumah di Beji. Warga saya almarhumah, tapi ngontrak. Di KTP masih alamat sini. Begitu dapat info, saya bersama aparat kepolisian langsung ke lokasi kejadian. Jasad almarhumah terikat dan dilakban di atas kasur dengan posisi terlungkup,” katanya.

Usai disholatkan, jenazah korban dimakamkan di Taman Pemakaman Umum di Beji. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here