Di Wilayah Polda Metro Jaya, Depok Tertinggi Pelanggaran Lalu Lintas

50
Aparat kepolisian saat menindak angkutan umum yang melanggar

Margonda | jurnaldepok.id
Jumlah pelanggaran lalu lintas di Kota Depok selama Operasi Patuh 2020 paling tinggi se Polda Metro Jaya.

Kasat Lantas Polres Metro Depok, Komisaris Polisi Erwin Aras Genda mengatakan data kepolisian mencatat, jumlah pelanggar yang ditindak selama 12 hari Operasi Patuh Jaya digelar di Kota Depok mencapai 7.200 orang.

“Kami informasikan bahwa pelaksanaan operasi patuh Jaya 2020 yang dilaksanakan pada tanggal 22 Juli sampai saat ini evaluasinya adalah Depok menjadi penyumbang terbesar pelanggaran yang ada di wilayah DKI dan sekitarnya,” ujarnya, kemarin.

Dari angka tersebut, didominasi oleh pelanggaran melawan arus dengan jumlah pelanggar mencapai sekira 2.600 orang yang dikenakan sanksi tilang dan 4.600 pelanggar lagi dikenakan sanksi teguran simpatik

Erwin mengaku, data ini menjadi evaluasi. salah satu yang jadi perhatiannya rendanya kesadaran masyrakat akan tertib berlalu lintas. Hal itu ditandai dengan tingginya jumlah pengendara yang nekat melawan arus.

“Oleh karena itu kami mengantisipasi, bekerjasama dengan pemkot bulan depan kami akan melaunching pemberlakuan tilang elektronik, mengedepankan hasil kamera e-tle,” paparnya.

Erwin menyebut, rencana itu telah melalui serangkaian kajian bersama Ditlantas Polda Metro Jaya, dan survei dari vendor.

“Harapan kami Minggu depan pemasangan sarana dan prasarana, sehingga pertengahan September e-tle ini bisa dilaunching,” katanya.

Adapun titik yang menjadi target pemasangan tilang elektronik atau e-tle adalah di kawasan Margonda dan di Jalan Raya Bogor.

“Pertama kami prioritaskan ada di simpang Margonda-Juanda, mungkin juga akan kami lengkapi e-tle di Cisalak (Jalan Raya Bogor), dan daerah-daerah yang sering kami jumpai melawan arus. Ini menjadi sasaran pertama program ini,” terangnya.

Erwin menjelaskan, pemasangan e-tle akan dibagi dalam tiga tahap. Untuk tahap satu diberlakukan pada September, kemudian dilanjut pada 2 November dan 3 Februari 2021.

“Harapannya nanti setelah Februari 2021 sebagian Kota Depok sudah dilengkapi dengan kamera e-tle, itu sangat bagus untuk efek jera dan mendisiplinkan masyarakat,” paparnya.

Lebih lanjut Erwin mengimbau masyrakat agar kedisiplinan didasari pada kepatuhan hukum demi keamanan bersama, bukan karena takut dengan petugas.

“Harapannya dengan adanya e-tle mereka kan diawasi 24 jam. Siapapun pelanggar yang terpotret tentu akan dikirim ke kediaman masing-masing, sesuai identitas kendaraan yang ada,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here