Bela-belain Maju di Pilkada Depok, Hardiono Nekat Mundur dari ASN

357
Hardiono

Margonda | jurnaldepok.id
Sekretaris Daerah Kota Depok, Hardiono belum menyerah bahkan semakin nekat untuk maju di Pilkada Depok pada, Rabu 9 Desember 2020 mendatang. Kenekatan itu ia tunjukkan dengan melayangkan surat pengunduran diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Saya sudah buat dan mengajukan pensiun, karena aturannya enam bulan sebelum mencalonkan harus mengajukan, siap maju. Suratnya masih di meja pimpinan, yang jelas saya sudah mengajukan, itu ada aturannya,” ujar Hardiono kepada wartawan, Rabu (5/8).

Pernyataan itu dikatakan Hardiono pada saat acara bincang santai dengan awak media yang digelar Depok Media Center (DMC) di salah satu hotel di kawasan Margonda.

“Kalau tidak ditandatangani (surat pengunduran diri,red) saya tetap maju, itu ada cara dan tekniknya, kalau birokrat kan tahu bagimana celahnya,” paparnya.

Saat ditanya apakah dirinya optimistis akan mendapat dukungan dari partai politik, ini jawaban Hardiono.

“Bismillah, saya yakin dan optimistis 100 persen, kalau cuma 99 persen jangan maju. Namun jangan takabur tapi harus dengan perhitungan,” tanggapnya.

Terkait dengan netralitasnya sebagai ASN, Hardiono mengungkapkan bahwa masa tugasnya telah habis.

Lebih lanjut ia mengatakan, selama KPU belum membuka pendaftaran eskalasi politik di Depok masih dinamis dan peluang berpasangan dengan bakal calon pun masih terbuka lebar.

“Bisa saja saya dengan Pradi, bisa dengan Bu Afifah, bisa saja itu dan masih mungkin terjadi, begitu sudah ada yang daftar maka itulah yang devinitif,” katanya.

Mantan Kepala Bappeda Kota Depok itu juga masih optimistis ada partai politik yang akan mengusung dirinya.

“Tinggal siapa saja yang mau mengusung saya, yang penting memenuhi persyaratan minimal 10 kursi, kalu itu sudah terpenuhi, ya sudah jalan,” ungkapnya.

Namun begitu, Hardiono enggan ‘memvonis’ sah atau tidaknya pasangan Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan.

“Saya enggak tahu, karena saya tidak masuk kesana dan tidak bertanya dengan IBH, itu bukan kapasitas saya,” jelasnya.

Seperti dikatahui, Hardiono akan memasuki masa pensiun pada Februari 2021 mendatang. Dengan begitu, dirinya diperkenankan untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali/wakil wali kota Depok dengan catatan pengajuannya harus disertai pengunduran diri dari ASN. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here