Cost Politik Diprediksi Kecil, Pengamat Sebut Idris-IBH Paket Hemat

273
Mohammad Idris-Imam Budi Hartono

Margonda | jurnaldepok.id
Direktur Eksekutif Pusat Studi Politik dan Hukum Kota Depok, Bernhard menilai pasangan bakal calon wali kota-wakil wali kota Depok, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono merupakan paket hemat untuk menggapai kursi Depok 1 dan Depok 2 pada Pilkada Depok, Rabu 9 Desember 2020.

Hal itu, kata dia, bukan tanpa alasan dikarenakan kedua bakal calon tersebut terlahir dari ‘rahim’ yang sama yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), meskipun Mohammad Idris enggan disebut sebagai kader PKS. Namun, di Pilkada Depok 2015 silam tak bisa dipungkiri bahwa Mohammad Idris diusung dari PKS.

“Ya, pasangan ini boleh juga disebut paket hemat. Karena kedua figur tersebut masing-masing mempunyai kekuatan politik riil,” ujar Bernhard kepada Jurnal Depok, Selasa (4/8).

Mohammad Idris, kata dia, juga sebagai simbol kekuatan politik secara personal yang memiliki masa di akar rumput.

“Jika disandingkan dengan IBH maka cost politik yang dibayar cukup hemat. Terlebih kami melihat hingga kini belum ada mahar politik berarti yang diberikan kepada partai pengusung lainnya seperti PAN, Demokrat dan PPP,” paparnya

Namun begitu, Bernhard menilai, Imam Budi Hartono atau yang akrab disapa IBH merupakan figur calon wakil wali kota yang berpengalaman dalam pengelolaan pemerintahan daerah dan pengelolaan anggaran, dimana IBH dari tahun 1999 sampai sekarang ini menjadi anggota DPRD.

“Sehingga kapasitasnya sebagai seorang pemimpin tidak diragukan lagi. Terbukti juga sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang mempunyai komitmen kuat terhadap keberpihakannya kepada masyarakat Kota Depok,” jelasnya.

Hal itu, sambungnya, dapat dilihat seperti dorongan terhadap pembangunan infrastruktur dan rumah ibadah serta bantuan sosial laiinnya.

“IBH sebagai kader murni PKS cukup dikenal oleh publik, apalagi PKS Depok sebagai institusi politik mempunyai akar rumput yang kuat sehingga sosok kader PKS ini jika dipasangkan dengan Mohammad Idris akan memberikan energi politik dalam pemenangan kontestasi Pilkada Depok Desember nanti,” ungkapnya.

Mantan Anggota DPRD Depok itu menilai, apabila dikaji dalam perspektif matematika politik, perolehan kursi PKS di parlemen Kota Depok mengindikasikan bahwa PKS mempunyai kekuatan massa yang terorganisir dan bukan massa yang mengambang.

“Hal inilah yang menjadi modal dasar bahwa IBH pantas dicalonkan sebagai wakil wali kota Depok mendampingi Mohammad Idris,” katanya.

Dengan adanya kolaborasi politik kedua figur tersebut, lanjutnya, diprediksi akan memperoleh suara yang cukup signifikan, mengingat Mohammad Idris adalah figur wali kota yang mempunyai jaringan politik di masyarakat yang cukup kuat.

Sebelumnya, Juru Bicara Koalisi Tertata Adil Sejahtera (TAS), Hj Qonita Luthfiyah menyampaikan bahwa hingga kini tidak ada mahar politik dalam mengusung Mohammad Idris.

“Yang ada adalah bargening jangka panjang, dengan memasukkan program-program pembangunan Depok yang lebih baik lagi. Untuk cost politik belum bisa kami sampaikan saat ini, karena angkanya belum ketmu dan berapa besarannya,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here