Pilkada Depok, KPU Targetkan Zero Sengketa

38
Ketua KPU Depok saat melantik PPK dan PPS

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, Nana Shobarna menargetkan zero sengketa pada Pilkada Depok, Rabu 9 Desember 2020 mendatang.

“Kami menargetkan bahwa Pilkada yang dilaksanakan harus zero sengketa. Tiap tahapan harus dilaksanakan dengan baik. Tidak boleh ada melanggar, tidak boleh ada muncul sengketa,” ujar Nana kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dari itu, Nana beharap agar penyelenggara disiplin melaksanakan tahapan secara baik dan sesuai dengan ketentuan, serta melaksanakan protokol kesehatan, karena Pilkada tahun ini berbeda dengan pilkada-pilkada sebelumnya.

“Kami juga berharap sejak saat ini kami semua membiasakan diri selalu berdo’a dalam sehabis sholat untuk kesuksesan dan kelancaran pilkada yang akan kami lakukan. Selipkan do’a untuk sukses pilkada. Ini sudah menjadi tradisi untuk selalu kami sampaikan dalam berbagai kesempatan. Karena prinsipnya do’a itu kekuatan untuk kami semua,” paparnya.

Pernyataan itu disampaikan Nana seusai melaksanakan Pelantikan Penggantian Antar Waktu (PAW) Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kantor KPU Kota Depok Jalan Kartini No. 19 Pancoran Mas Depok.

Dalam kesempatan itu Nana mengucapkan selamat kepada Anggota PPK dan Anggota PPS yang baru saja dilantik. Dengan telah dilantiknya mereka berarti mereka sudah menjadi bagian dari Keluarga Besar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok.

“Karena sudah menjadi bagian dari keluarga besar KPU Kota Depok, tentu kami berharap mereka dapat melaksanakan tugas secara baik sebagaimana sumpah dan pakta integritas yang telah diucapkan saat pelantikan. Jadi mereka sudah menjadi bagian dari penyelenggara Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Tahun 2020,” terangnya.

Tak lupa Nana juga berpesan kepada mereka agar menjalin komunikasi, koordinasi, serta dapat cepat beradaptasi dengan rekan-rekan kerjanya di wilayah masing-masing, agar soliditas langsung terbangun. Mereka wajib untuk segera bisa menyatu dalam PPK/PPS di tempat mereka bertugas.

Sejak saat ini, lanjutnya, mereka harus menjaga integritas dan berhati-hati. Karena sejak saat ini mereka sudah dibingkai oleh kode etik penyelenggara. Maka, mereka harus menjaga sikap, menjaga lisan, menjaga jari jemari saat bermedia sosial agar terhindar dari pelanggaran kode etik penyelenggara.

“Sejak saat ini mereka kami pantau, dan kami semua dipantau oleh pihak luar apakah sudah betul atau belum dalam menyelenggarakan pemilihan ini dengan berintegritas. Karenanya kedepankan integritas, independensi serta kode etik yang lainnya,” ungkapnya.

Selanjutnya Nana juga berpesan bahwa saat ini tahapan pilkada yang sedang dilaksanakan adalah pencocokan dan penelitian (coklit) oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).

“Jadi mereka sudah langsung mulai bekerja. Sehingga, tidak ada waktu lagi untuk santai-santai. Tapi sudah mulai langsung bekerja. Karenanya sambil melaksanakan pekerjaan, lakukanlah komunikasi dan mohon bimbingan kepada ketua dan anggota yang sudah aktif sejak awal supaya bisa melaksanakan tugas ini dengan baik. Mulai dari tahapan yang sekarang sampai nanti selesai,” katanya.

Dikarenakan pilkada tahun ini dilaksanakan di tengah kondisi pandemi Covid-19, maka setiap waktu dan setiap saat lindungi diri masing-masing dengan alat pelindung diri atau APD, minimal masker dalam melaksanakan tugas dan kegiatan dalam tahapan pemilihan.

Pelantikan PAW Badan Adhoc ini dilaksanakan karena ada enam orang yang terdiri dari satu orang Anggota PPK dan lima orang Anggota PPS mengundurkan diri beberapa waktu lalu.

Adapun mereka yang dilantik diantaranya Martejo, Anggota PPK Cimanggis; Lucky Girinoto Lawalata, Anggota PPS Kelurahan Mekarsari; Nurdiansyah, Anggota PPS Kelurahan Cisalak Pasar; Hasanain Assagaf, Anggota PPS Kelurahan Limo; Syahfruni, Anggota PPS Kelurahan Sukamaju dan Muhammad Aviz Fareza, Anggota PPS Kelurahan Pancoran Mas. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here