Koalisi TAS Beberkan Sosok Pendamping Idris di Pilkada Depok

368
Juru Bicara Koalisi TAS, Hj Qonita Luthfiyah saat diwawancarai awak media

Margonda | jurnaldepok.id
Bergabungnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke dalam Kolaisi Tertib Taat dan Taqwa (Tertata) membuat dinamika di internal koalisi. Pasalnya, baik PKS maupun Tertata (PAN, Demokrat dan PPP) yang kini menamakan Koalisi Tertata Adil Sejahtera (TAS) masing-masing memiliki kandidat untuk mendampingi wali kota petahana, Mohammad Idris.

PKS masih kekuh untuk menyodorkan tiga nama kadernya yang merupakan hasil pemilihan raya seperti Imam Budi Hartono, Hafid Nasir dan Farida Rachmayanti. Sementara muncul satu nama baru yakni Hj Diana Dewi yang diusulkan Demokrat, PAN dan PPP.

Menanggapi hal itu Juru Bicara Koalisi Tertata Adil Sejahtera, Hj Qonita Luthfiyah tidak menapikan jika saat ini ada empat bakal calon wakil wali kota yang tengah digodok Koalisi TAS.

“Memang benar kami turut mengusulkan Ibu Hj Diana Dewi. Tapi, siapapun yang jadi wakilnya Pak Idris nanti, apakah itu usulan Tertata atau PKS tidak akan mempengaruhi soliditas kami. Karena koalisi ini dibangun atas dasar kebersamaan bukan atas dasar menonjolkan calon yang kami usung,” ujar Qonita saat bincang santai dengan wartawan yang tergabung dalam Depok Media Center, Rabu (29/7).

Dikatakannya, dalam Koalisi TAS tidak terlalu membahas calon wakil namun lebih mencari persaman-persamaan dengan partai kolaisi. Sehingga nantinya, kata dia, calon itulah yang akan merangkul kebersamaan koalisi.

“Jadi, siapapun yang nanti dipilih sebagai wakil Pak Idris, tidak akan mengganggu soliditas Koalisi TAS ini. PKS serius membangun koalisi dengan Tertata, kalaupun endingnya nanti harus menerima usulan dari PKS, tentunya ada proses yang harus dibicarakan bersama-sama berkenaan dengan perjuangan kedepannya,” paparnya.

Qonita yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kota Depok menegaskan, masing-masing partai pengusung Idris yang sebelumnya tergabung dalam Tertata seperti PAN, Demokrat dan PPP, saat ini tengah melakukan proses rekomendasi di tingkat DPP.

“Menentukan wakil ini kan gampang-gampang susah, karena ia harus bisa melengkapi wali kota nantinya. Salah satu kami usulkan Ibu Diana Dewi selain dia pengusaha, juga diharapkan bisa memberikan terobosan atau pemikiran dalam membangun ekonomi di Kota Depok,” jelasnya.

Kalaupun muncul tiga nama dari PKS, sambungnya, seperti Imam Budi Hartono, Hafid Nasir dan Farida Rachmayanti tentu ada pertimbangan-pertimbangan tersendiri karena mereka merupakan politisi yang sudah malang melintang di Kota Depok.

“Dari beberapa sosok itu, kami yakin nantinya mampu mendampingi Pak Idris sebagai wali kota, mereka sudah tahu bagaimana kondisi Depok dan mampu membawa perubahan,” katanya.
Seperti diketahui, nama Diana Dewi melesat setelah dirinya memberikan bantuan senilai Rp 1 miliar lebih kepada Pemerintah Kota Depok untuk membantu mengatasi persoalan Covid 19 di Kota Depok.

Pengusaha daging dan catering serta salah satu Pengurus Kadin DKI Jakarta itu dinilai sebagai wanita yang dermawan. Terbukti, pada saat pandemi lalu dirinya menyalurkan 1.000 boks nasi setiap hari untuk warga Depok.

Sementara tiga kandidat wakil wali kota dari PKS seperti Imam Budi Hartono (IBH) merupakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dan pengusaha travel. Hafid Nasir merupakan Anggota DPRD Depok dan Ketua DPD PKS Kota Depok. Begitu juga dengan Farida Rachmayanti yang merupakan Anggota DPRD Depok serta seorang dosen. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here