Realitas Politik Sudah Terbaca, Poros Tengah Dinilai Hanya Mimpi

185
Bernhard

Margonda | jurnaldepok.id
Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Politik Kota Depok, Bernhard menilai adanya upaya dari bakal calon wali kota Depok untuk membangun poros tengah adalah mimpi politik dan utopis.

“Jelas, itu tak berdasarkan realitas politik. Berdasarkan fakta politik sudah jelas PAN, Partai Demokrat dan PPP telah final membangun koalisi dengan PKS sebagai partai pengusung calon wali kota Depok petahana, Mohammad idris,” ujar Bernhard kepada Jurnal Depok, Senin (27/7).

Ia menjelaskan, jika dihitung tinggal dua parpol lagi yang belum menentukan sikap yaitu PSI dan Golkar. Sementara belakangan PKB telah merapat ke Koalisi Gerindra-PDIP.

“Dua parpol itu tak mungkin membentuk barisan koalisi lain, karena tidak memenuhi syarat kursi di parlemen untuk mengusung calon walikota,” paparnya.

Munculnya gagasan untuk membangun poros tengah, sambungnya, adalah tak membaca realitas politik yang ada.

“Menurut saya ini merupakan manuver politik kelompok politik tertentu,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dengan munculnya calon wali kota yang diusung PDIP-Gerindra dan disisi lain calon wali kota yang diusung Koalisi Tertata Adil Sejahtera (TAS) yang didalamnya PKS, PAN, Demokrat dan PPP, sudah jelas hanya akan ada dua bakal calon wali kota Depok dalam kontestasi politik pilkada tahun 2020 di Kota Depok.

Sebelumnya, PDIP dan Gerindra mengaku sama-sama siap jika dalam pilkada nanti harus berjalan head to head.

“Kami harus percaya dengan kekuatan sendiri yakni struktur dan mesin partai PDIP dan Gerindra yang bukan saja memiliki kaderisasi dan organisasi yang baik, tetapi juga baru saja melalui kontestasi dan memiliki pengalaman luar biasa pada saat pileg dan pilpres,” ujar Ikravany Hilman, Sekretaris DPC PDI Perjuangan kepada Jurnal Depok, beberapa hari lalu.

Dikatakannya, PDIP bukan hanya memiliki kader yang militan namun terlatih dalam sebuah proses politik yang luar biasa.

“Itu yang membuat kami optimistis. PDIP secara partai politik siap begitu juga dengan Gerindra. Kalau kami tidak percaya diri terhadap kekuatan yang kami miliki, tidak mungkin kami megusung pasangan calon,” paparnya.

Tak hanya itu, sambungnya, suara PDIP dan Gerindra pada pileg dan pilpres lalu di Kota Depok sangat signifikan.

“Ini baru dua partai di luar PKS, karena kan PKS juga sudah memastikan akan mengusung calon, maka masih terbuka untuk partai lain selain PKS untuk bergabung dengan kami. Kami PDIP yang akan lobi partai lain untuk bergabung,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Depok, Hamzah. Ia juga mengaku siap jika pilkada nanti harus head to head.

“Mau head to head, tiga calon atau empat calon, Gerindra tentu siap. Kami juga menunggu partai-partai lain seperti PKB, PSI, PAN, Golkar dan mungkin PPP sama-sama kami ajak. Sudah sangat serius kami berbicara dengan mereka,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here