Pilkada, Pengurus MUI Bojongsari Bersikap Netral

44
Ketua dan Pengurus MUI Kecamatan Bojongsari foto bersama usai menggelar pertemuan

Bojongsari | jurnaldepok.id
Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Bojongsari bertekad untuk bersikap netral dalam pelaksanaan Pilkada Depok, Rabu 9 Desember 2020.

Ketua MUI Kecamatan Bojongsari, KH Encep Hidayat menyatakan bahwasanya MUI dalam hal pilkada baik lembaga dan juga pengurus harus bersikap netral.

“Kami independen dan harus netral, tetapi bagaimanapun sebagai pribadi kami punya hak pilih. Sihlakan gunakan hak pilih itu dengan sebaik-baiknya,” ujar Encep, kemarin.

Ia menambahkan, pengurus MUI harus menjadi suri tauladan kepada masyarakat jelang pilkada nanti.

“Jangan sampai karena pilkada pengurus malah menjadi sumber hal-hal yang tidak baik dan yang tidak diinginkan,” paparnya.

Hal itu dikatakan Encep saat menggelar kegiatan penguatan organisasi dan menyebut Idul Adha di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Covid 19. Kegiatan yang dilaksanakan adalah bagian dari silaturahmi pengurus MUI Kecamatan Bojongsari setelah adanya Covid 19.

Kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Ulum ini adalah temu kangen pengurus karena sudah sekian lama akibat Covid 19 tidak bertemu langsung.

“Yang kedua dalam rangka konsolidasi AKB, karena kami akan melaksanakan berbagai ibadah di bulan ini, jadi kami membahas bagaimana Fiqih Qurban pada masa pandemi dari mulai persiapan hewan, penyembelihan dan pendistribuisannya. Kemudian kami juga bicara mengenai pelaksanaan Solat Idul Adha, kami mengacu pada Fatwa MUI baik Depok maupun pusat,” jelasnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut tokoh masyarakat yang concern dalam pemberdayaan ekonomi umat dan sebagai pengurus MUI Kota Depok Bidang Ekonomi Umat, Ustad H. Khairil Anwar yang juga sebagai pembicara materi penguatan ekonomi.

“Kami berharap pertemuan ini menjadi titik balik kebangkitan umat, bisa membawa angin segar untuk masyarakat Depok dan akhirnya bisa menggugah rasa bela agama. Kami gulirkan untuk bela ekonomi umat karena betul pelakunya adalah umat,” tandasnya.

Hal itu, kata dia, merupakan bagian dari sosialisai karena dengan membela saja sudah membantu bahwa dengan menyarankan.

“Belanja ke tetangga biarpun agak mahal sedikit, itu artinya membela. Mudah-mudahan ada perbaikan jumlah pembeli sehinggadaya saing kita kuat,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here