Gunakan Senjata Tajam Dalam Aksinya, Belasan Remaja Diringkus Polisi

34
Inilah belasan remaja yang diamankan polisi karena terlibat aksi kejahatan

Margonda | jurnaldepok.id
Aparat Kepolisian Polres Metro Depok berhasil menangkap belasan remaja yang diduga melakukan kejahatan dengan menggunakan senjata tajam.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan, pihaknya telah memetakan dan menemukan penyebab kejahatan di Kota Depok.

“Kami menemukan salah satu hulu dari permasalahan kejahatan yang ada di Kota Depok yaitu orang atau anak-anak atau remaja atau masyarakat masih dengan mudah membawa dan memperoleh senjata tajam,” ujarnya, kemarin.

Azis mengatakan, senjata tajam inilah yang menjadi alat pelaku untuk melancarkan aksi kejahatan jalanan, seperti diantaranya tawuran, perkelahian, pencurian, hingga perampasan, begal, dan sebagainya.

“Makanya kami melakukan operasi dengan Sat Reskrim Polres dan seluruh Unit Reskrim di Polsek operasi senjata tajam termasuk operasi kejahatan jalanan atau street crime,” katanya.

Pelaku yang dihadirkan baru berjumlah kurang lebih 15 orang, sementara masih ada lagi di beberapa Polsek.

“Dalam waktu dua Minggu kami sudah mengamankan kurang lebih 20 pelaku yang membawa senjata tajam, kami akan melakukan tindakan tegas terus menerus berkaitan dengan mudahnya orang membawa senjata tajam di Kota Depok,” tegasnya.

Para pelaku yang berhasil diamankan ini merupakan bibit-bibit pelaku kejahatan, lantaran mereka dengan membawa senjata tajam mudah untuk melukai orang lain.

Dari enam kasus ini, pihaknya mengamankan belasan senjata tajam dan dua stik golf yang digunakan para pelaku untuk melancarkan aksinya.

“Barang bukti yang diamankan ada 15 sajam dan ini masih ada yang di Polsek-Polsek,” tuturnya.

Pasal yang dikenakan pada para pelaku pun bermacam-macam, sesuai dengan jenis kejahatan yang mereka lakukan.

“Pasalnya macam-macam kalau hanya membawa senjata tajam sendiri kami pakai Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 51, itu ancaman di atas 10 tahun. Namun terhadap anak-anak kami menggunakan aturan Undang-Undang Peradilan Anak dan Perlindungan Anak, tapi alat-alat ini juga digunakan untuk kejahatan yang lain,” jelasnya.

Jika tawuran, pihaknya menggunakan Pasal 170 KUHP yaitu melukai atau penganiayaan terhadap orang lain secara bersama-sama.

“Kemudian kalau mereka melakukan perampasan dengan senjata tajam maka kami kenakan Pasal 365 KUHP,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here