Terlibat Tawuran, Empat Siswa SMP Diciduk Polisi

95
Inilah pelaku tawuran yang berhasil diamankan pihak kepolisain

Beji | jurnaldepok.id
Empat siswa salah satu SMP swasta di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, ditangkap karena diduga melakukan pembacokan siswa lainnya di kawasan Jalan Artayasa Pacuan Kuda Limo beberapa hari lalu.

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah mengatakan, diduga kasus ini bermula dari adanya saling tantang dan saling ejek melalui akun media sosial dengan tujuan adu nyali.

“Rekan-rekan, Kota Depok kembali ada tawuran, bahkan dimasa saat pembelajaran melalui virtual (online). Seharusnya aktifitas masyarakat atau aktifitas pelajar di rumah masing-masing. Tapi dimasa seperti itu ternyata masih aja ada tawuran,” ujarnya, kemarin.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Pacuan Kuda Artayasa, Kecamatan Limo, pada Senin 20 Juli 2020 lalu. Akibat pertikaian itu, seorang siswa SMP swasta di Limo berinisial DP mengalami luka cukup parah karena terkena sabetan senjata tajam.

“Jadi ini semua diawali dari saling menantang melalui media sosial. Kemudian bejanjianlah mereka, bertemu dengan masing-masing kelompok. Nah, tawurannya tidak biasa ini. Karena mereka membawa senjata tajam,”katanya.

Korban, yang tak membawa perlengkapan akhirnya jadi sasaran para pelaku.

“Korbannya ini terkena bacok, beberapa kali. Ada luka di kepala, kaki dan tubuh yang lain dengan cara bersama-sama, akibatnya korban dibawa kerumah sakit untuk perawatan,” paparnya.

Atas peristiwa tersebut, polisi pun terpaksa melakukan tindakan tegas.

“Sekali lagi, kami tidak mentolerir adanya tawuran di Kota Depok. Karena kita ingin menjaga generasi yang beradab. Kalau kita biarkan tawuran berlangsung, apalagi menimbulkan korban, maka itu kita akan lakukan tanpa ampun,”katanya.

Dari hasil penyelidikan berdasarkan keterangan korban, para saksi, dan petunjuk yang ada di lokasi kejadian, polisi akhirnya berhasil meringkus para pelaku penganiayaan tersebut.

Mereka masing-masing berinisial, GM (15), AW (15), DY (17) dan H (15) yang mengaku siswa SMP swasta di Beji.

“Mereka masing-masing membawa senjata tajam dan telah melakukan pengeroyokan, maupun penganiayaan terhdap korban. Ke empat pelaku ini dibekuk di tempat persembunyiannya masing-masing di sejumlah wilayah di Kota Depok pada Kamis (23/7),” jelasnya.

Atas perbuatannya itu, para pelaku dijerat sejumlah pasal berlapis, di antaranya pasal 351, pasal 170 dan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 51 tentang senjata tajam. Untuk pasal 170 ancaman hukumannya 5 tahun, nah membawa senjata tajam bisa sampai 15 tahun.

“Namun karena ini (pelaku) masih anak-anak maka tentu mekanisme hukumnya berbeda,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here