Ratusan Personel Gabungan Diterjunkan Dalam Operasi Patuh Jaya

24
Personel Kepolisian terlihat siaga dalam Operasi Patuh Jaya

Margonda | jurnaldepok.id
Ratusan personil gabungan Polrestro Depok diturunkan dalam pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2020.

Kapolrestro Depok, Kombes Azis Andriansyah mengatakan pelaksanaan Operasi Patuh Jaya menurunkan sebanyak 200 personil gabungan TNI, Dishub, Pol PP, dan Damkar.

“Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya ditengah pandemi Covid-19 ini mengambil langkah upaya prepentif, preemtif, dan represif. Tetap taat protokol Covid-19,” ujarnya kepada wartawan usai memimpin gelar pasukan Operasi Patuh Jaya 2020 di lapangan Balai Kota Depok, Kamis (23/7).

Dia mengatakan, tujuan operasi ini dalam rangka mengurangi angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas.

“Berdasarkan data dunia, angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas terbesar 10 . Untuk tingkat Polda Metro Jaya terhitung tahun 2019 terjadi kenaikan tiga persen terhadap kecelakaan lalu lintas. Operasi Patuh Jaya akan dilaksanakan selama 14 hari kedepan dimulai Kamis (23/7) hingga 5 Agustus 2020,” paparnya.

Sasaran pelanggaran yaitu lawan arus, pengemudi motor berdua tidak berhelm SNI, melanggar marka garis berhenti di lampu merah, melewati jalur trotoar dan menggunakan sirene atau strobo tidak sesuai fungsi akan ditindak berupa tilang.

Terpisah Kasat Lantas Polrestro Depok, Kompol Erwin Aras Genda menambahkan dalam penegakan hukum (Gakkum) dalam operasi Patuh Jaya akan dilakukan secara hunting.

“Sistem gakkum berupa hunting dikedepankan anggota ke seluruh titik rawan yang ada di Kota Depok. Kami imbau para pengendara motor untuk mentaati peraturan lalu lintas dan patuh protokol Covid -19,”katanya.

Kanit Turjawali Satlantas Polrestro Depok, Iptu Nanang Wibowo mengatakan operasi penertiban angkutan kota yang melakukan ngetem sembarangan anggota berhasil menindak 25 angkutan umum.

“Angkutan umum yang ngetem sembarangan di Jalan Margonda langsung kita tindak pemberian surat tilang. Ada 25 angkot yang kita tindak dalam waktu sehari,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, akibat dari ngetem sembarangan menganggu lalu lintas sehingga menimbulkan kemacetan..

“Angkutan umum yang ngetem sembarangan di Jalan Margonda langsung kita tindak pemberian surat tilang. Ada 25 angkot yang kita tindak dalam waktu sehari,”pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here