Hari Pertama Penerapan Sanksi, Belasan Pelanggar Masker Bayar Denda

55
Salah seorang pengendra sepeda motor saat ditindak karena tidak menggunakan masker

Margonda | jurnaldepok.id
Belasan warga dikenai sanski berupa membayar denda sekitar Rp 50.000 karena tidak memakai masker saat beraktivitas.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Gandara Budiana menuturkan, kebijakan ini merupakan tindak lanjut tahapan yang sudah dilakukan dari Maret, yakni sosialisasi penanganan pencegahan, kemudian regulasi.

“Biasanya Satpol PP kan mengenakan sanksi sosial, mulai saat ini karena di perwali ada sanksi denda, maka kita terapkan hari ini. Mudah-mudahan memicu kesadaran warga agar lebih tertib lagi,” ujar Gandara saat ditemui di lokasi penertiban di Jalan Simpang Siliwangi, Depok.

Langkah ini, kata dia, terpaksa dilakukan karena belakangan ini masyarakat mulai abai dengan protokol kesehatan, salah satunya tentang kewajiban menggunakan masker.

“Kalau data yang kemarin saja tiga hari kita sosialisasi tanpa sanksi administrasi itu hampir 800 orang yang kedapatan melanggar, jadi masih luar biasa pelanggarannya, masih banyak,”katanya.

Terhitung mulai hari ini, lanjut Gandara, setiap pelanggaran dikenakan sanksi administrasi, yakni denda Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu.

“Pelanggar wajib bayar di tempat. Uang tersebut nantinya akan disalurkan ke kas daerah,” jelasnya.

Kasat Pol PP Kota Depok, Lienda Ratna Nurdiany mengatakan pelaksanaan denda berbayar bagi pelanggar warga atau pengendara tidak mengenakan masker mulai diterapkan.

“Untuk penerapan sanksi bayar denda Rp 50.000 karena tidak memakai masker sekitar 12 pelanggar kita tindak. Pelanggar nanti akan diberikan bukti pelanggaran PSBB sama petugas, bukti ini ditindaklanjuti dengan penertiban Surat Ketetapan Denda Administratif (SKDA),” tandasnya.

Dia menambahkan, pengenaan denda administrasi adalah mekanisme non-yustisial artinya jangan sampai dianggap denda pidana.

“Denda ini dibayarkan sebesar Rp 50 ribu akan dimasukkan ke dalam kas daerah yaitu dari BJB juga sudah selalu siap di titik yang disebar, jadi pengenaan denda dan bayar ditempat,” paparnya.

Jika bagi warga yang belum membayar hari itu saja, nanti akan terbitkan bukti pelanggaran kemudian SKDA nya diterbitkan di Satpol PP

“Dari bukti itu ada yang kami amankan kartu identitasnya, setelah diamankan artinya dia harus melakukan pembayaran. Pembayaran masih cash,”katanya.

Sementara itu Mardiah salah satu penumpang angkot yang kedapatan melanggar tidak memakai masker tidak mau membayar denda Rp 50.000.

Mardiah terpaksa diturunkan petugas karena tidak mengenakan masker.

“Saya orang susah, kerja cuma kuli cuci harian, engak mau bayar,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here