Sudah Dbongkar, PKL Villa Mutiara Tumbuh Lagi

31
Terlihat gerobak milik PKL yang berada di Vilmut

Limo | jurnaldepok.id
Upaya Jajaran Satpol PP Kota Depok mensterilkan lahan fasos fasum perumahan Vila Mutiara Rw 10, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, dari bangunan lapak pedagang kaki lima (PKL) dalam aksi penertiban beberapa bulan silam ternyata tak membuat para pedagang kapok, buktinya saat ini para pedagang kembali membangunan lapak tempat berjualan dilahan seluas 2.600 M2 yang rencananya bakal diperuntukan bagi pengadaan Taman Kelurahan Grogol.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Ketua Rw 10, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Mohammad Mantri mengaku tak kuasa membendung munculnya bangunan lapak baru dilokasi itu, terlebih kata dia saat ini dilokasi sudah ada dua Plang yakni atas Pemkot Depok, dan Plang atas nama perorangan yang mengklaim sebagai pemilik lahan.

“Saya setiap hari bekerja dan tidak berada dirumah saja, saya tahu setelah ditertibkan waktu itu, kembali muncul bangunan baru, tapi saya tidak punya kewenangan untuk menindak, dan kewenangan saya hanya sebatas memberitahukan kondisi di lahan pada Lurah selaku atasan saya,” ujar Mantri kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dikatakan Mantri, munculnya kembali bangunan lapak pedagang dilahan itu, disebabkan tidak ada kelanjutan pembenahan lokasi pasca penertiban beberapa bulan silam.

“Mungkin kalau setelah ditertibkan langsung dipagar, saya rasa tidak akan muncul lagi bangunan lapak PKL dilokasi itu,” paparnya.

Hal senada dilontarkan oleh Lurah Grogol, Kecamatan Limo, Danudi Amin.

“Saya rasa dimana mana sama kondisinya, jika setelah ditertibkan lahannya tidak langsung dipagar maka potensi munculnya kembali pedagang sangat mungkin terjadi,” ujar Danu.

Danu berharap, dengan kondisi seperti ini, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) selaku Dinas teknis pengadaan Taman Kelurahan, segera turun meninjau lokasi dan menentukan sikap lanjutan terhadap lahan fasos fasum perumahan Vilmut yang akan dibangun Taman Kelurahan.

“Sekarang dilokasi sudah banyak lagi bangunan lapak baru, dan kalau terus dibiarkan lama lama jadi penuh lagi, dan tentu akan sulit lagi untuk menertibkannya,” tutup Danu. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here