Struktur PKS Sebut 99 Persen SK DPP untuk Mohammad Idris

332
Muttaqin

Margonda | jurnaldepok.id
Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada DPD PKS Kota Depok, Muttaqin menegaskan 99 persen SK DPP PKS akan diberikan kepada Wali Kota Depok petahana, Mohammad Idris untuk maju di Pilkada Depok, Rabu 9 Desember 2020.

“Resmi belum, selama belum ada hitam diatas putih. Tapi kalau kemungkinannya sudah 99 persen, nanti rekomnya akan diberikan sebelum daftar ke KPU. In Sya Allah wakilnya dari kader PKS yang merupakan hasil dari pemira. Yang jelas saya sudah kasih selamat kepada wakilnya,” ujar Muttaqin kepada Jurnal Depok, Rabu (22/7).

Ketika ada pertanyaan, kata dia, kenapa bukan kader yang jadi calon wali kota nya, Muttaqin menjelaskan bahwa Idris sebelum menjadi wakil wali kota ia merupakan PNS. Dimana PNS tidak boleh jadi kader partai.

“Kalau bukan PNS mungkin sudah jadi kader dari dulu. Inginnya sih kader, tapi kan kita harus realistis kalau mau menang, engga wali kota ya cukup wakil nya,” paparnya.

Ia juga mengungkapkan kemungkinan rasa kecewa dari kader PKS itu ada karena tidak menjadi bakal calon wali kota nya.

“Mungkin aja ada. Kecewa boleh tapi harus berhenti setelah ada keputusan. Sebelum muazzin qomat, siapapun boleh siap-siap jadi imam. Kalau udah qomat siapapun imamnya kita harus segera nyusun barisan. Walaupun tuan rumah patut jadi imam, kalau ada yang lebih layak silahkan. Yang lain semua jadi ma’mum,” tegasnya.

Mantan Anggota DPRD Depok dari Fraksi PKS itu menilai, ekspektasi kader terhadap wali kota yang diusungnya, kadang terlalu tinggi. Padahal setelah jadi pejabat publik, wali kota harus mengayomi semua.

“Saya kira semua kader di partai-partai lain juga seperti itu, coba tanya partai sebelah. Harapannya biasanya lebih besar dari kewenangannya. Jadi kalau ada yang kecewa itu wajar saja, tapi itu harus segera sirna. Kegalauan harus hilang bersama terbitnya fajar,” ungkapnya.

Terkait dengan rumor adanya kader PKS yang kecewa dengan Idris karena merasa kurang mendapat timbal balik, Mutaqqin mengatakan hal itu tidak perlu dibesarkan.

“Kader-kader PKS itu didoktrin, kerja-kerja politik itu bagian dari ibadah. Bagian dari amar ma’ruf nahi munkar. Kalau mau dinilai ibadah harus ikhlash, Lillah. Kalau ikhlas nunggu balasannya dari Allah,” terangnya.

Jika memilih Idris karena Allah, sambungnya, jangan minta balasan dari Idris, namun minta lah dari Allah.

“Allah maha kaya, Allah akan balas dengan caranya. Kalau kita merasa banyak berkorban dalam pemenangan pilkada, Allah tau berapa besar pengorbanan kita. Sementara yang kita pilih belum tentu tau apa yang kita kerjakan. Kalau kita nuntut yang kita pilih harus tau, dan harus balas budi, maka Allah berlepas diri. Minta sana ke mereka. Tapi Pak Idris juga seyogyanya harus bertanya, siapa-siapa saja yang sudah berjasa terhadapnya, bukan sebatas yang dia lihat, paling tidak ada apresiasi, cukup kirim WA, terima kasih ya sudah bantu he..he..he,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here