Penuhi Dua Syarat DPP PKS, Idris Langsung Dapat Rekom Maju di Pilkada Depok

486
Mohammad Idris

Margonda | jurnaldepok.id
Raut wajah sumringah terpancar dari Wali Kota Depok petahana, Mohammad Idris. Pasalnya, Idris secara resmi telah diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk maju kembali di Pilkada Depok, Rabu 9 Desember 2020.

Namun begitu, ada dua syarat yang diminta oleh DPP PKS dan harus dipenuhi oleh Idris dalam pilkada nanti.

“DPP PKS meminta saya yang pertama yakni siap disandingkan dengan kader PKS sebagai calon wakil wali kotanya, waktu itu Pak Presiden tidak mengatakan tiga calon (hasil pemira,red), bisa saja kader PKS yang lain. Syarat yang kedua yakni saya diminta juga mengajak partai lain untuk bersama-sama bergabung dalam koalisi,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dari dua syarat itu, kata dia, keduanya telah dipenuhi yakni bahwa dirinya siap untuk dipasangkan oleh siapapun dari kader PKS dan mengajak beberapa partai untuk bersama-sama berkoalisi.

“Kami juga intens komunikasi dengan PKS sedari awal dan partai di luar PKS yang tergabung dalam Tertata. Atas dasar itu, Alhamdulillah DPP PKS memberikan restu dan rekomendasi kepada saya sebagai calon kepala daerah Kota Depok,” paparnya.

Dikatakan Idris, pilkada bukan hanya sekedar aturan batas minimal pencalonan namun harus dibangun juga koalisi permanen di parlemen untuk mengawal kebijakan RPJMD yang dibuat kepala daerah.

Dari itu, Idris akan melakukan pertemuan kembali dengan Koalisi Tertata terkait penegasan dari koalisi tersebut.

“Mereka dari awal siap mengusung saya sebagai wali kota dan akan menyerahkan sepenuhnya wakil wali kota yang memiliki chemistry dengan saya,” terangnya.

Menanggapi pernyataan Ketua DPD PKS Kota Depok, Hafid Nasir yang menyatakan bahwa dirinya belum mendapatkan rekom dari DPP, Idris pun menjelaskan hal tersebut secara rinci.

“Mungkin maksud beliau (Hafid,red) rekom adalah SK, kalau SK memang belum dikeluarkan karena harus pasangan. Maka adanya baru rekomendasi,” ungkap Idris.

Ia menjelaskan, bahwa rekom itu keluar dari Tim Pemenangan Pemilu Pusat dan rekom dari Dewan Pimpinan Tinggi Pusat.

“Dalam rekomendasi itu menentukan saya sebagai calon kepala daerah Kota Depok, dengan permintaan dua tadi yakni membangun koalisi bersama dengan PKS dan siap disandingkan dengan calon wakil wali kota dari kader PKS. Jika dua hal itu sudah oke dan terlaksana, maka akan dikeluarkan SK,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua DPD PKS Kota Depok, Hafid Nasir mengungkapkan ketiga bakal calon hasil pemira saat ini tengah berproses. Dari itu, Hafid belum bisa membuka siapa calon pendamping Idris dalam pilkada nanti.

“Ketiga nama bakal calon hasil pemira kami serahkan ke DPP dan nanti DPP yang memutuskan siapa wakilnya untuk Pak Idris, kami berharap secepatnya ada keputusan dari DPP,” tandasnya.

Dikatakannya, tugas DPD sudah selesai dengan penjaringan bakal calon dan melakukan survei yang hasilnya telah direkoemendasikan ke DPP.

Hafid yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Depok menegaskan bahwa partainya siap untuk memenangkan pasangan calon yang diusungnya nanti bersama mitra koalisi, baik itu head to head maupun lebih dari dua pasang calon. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here