Berkali-kali Berbuat Keji, Bapak Cabul Ngaku Khilaf

31
Inilah bapak pelaku pencabulan terhadap anaknya

Margonda | jurnaldepok.id
SU, ayah kandung yang telah mencabuli anak kandungnya mengaku khilaf dan menyesali perbuatannya. SU yang ditemui wartawan pada rilis perkara di Polresta Depok mengatakan, aksi mencabuli anaknya yang ketiga kalinya karena khilaf.

“Yang ketiga kali itu lah yang menjadikan saya menyadari diri khilaf,” ujarnya, kemarin.

SU mengakui, dirinya tak segan menyertai ancaman kepada korban demi memuluskan nafsu bejatnya ini.

“Iya (mengancam),” katanya singkat sambil terus menundukan wajah.

Atas seluruh perbuatannya, SU pun mengaku dirinya saat ini sangat menyesal.

“Menyesal sekali,”katanya.

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah, mengungkapkan pelaku dibekuk di tempat persembunyian di Kecamatan Sukmajaya, pada Selasa (21/7) sore.

Dari hasil penyelidikan terungkap, pelaku ternyata telah mencabuli putri kandungnya sendiri sebanyak lebih dari 10 kali.

Ironisnya lagi, aksi biadab itu dialami saat korban masih berusia 10 tahun. Kasus itu telah dilaporkan sejak akhir 2019 lalu.

“Kenapa kami rilis hari ini, karena pelaku baru saja tertangkap, setelah dilaporkan pada 2019. Dia (pelaku,red) cukup licin karena sempat berganti-ganti identitas ketika kami mau menangkapnya,” jelasnya.

Kasus ini terungkap setelah ibu korban curiga dengan gelagat sang buah hati yang kerap murung dan dirundung kesedihan.

“Setelah ditanya ternyata anak tersebut menyampaikan bahwa telah disetubuhi oleh ayah kandungnya sendiri,” ungkapnya.

Yang mengejutkan lagi, pelaku ternyata pernah mendekam di penjara dengan kasus serupa.

“Kala itu yang jadi korban adalah putri sulungnya. Dan itu pun dilakukan saat sang anak belum akil balig atau belum dewasa. Pelaku ternyata punya track record yang sama, karena pelaku pernah dihukum dengan peristiwa dengan korban anggota keluarga yang lain,” terangnya.

Atas perbuatannya itu, SU dijerat dengan pasal 81 Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.

Namun, polisi memastikan bakal menjerat pelaku dengan tuntutan yang lebih berat lantaran korbannya adalah anak kandung dan dia juga penjahat kambuhan.

“Karena anak itu harusnya di bawah pengawasan orang tua, tetapi dari pengawas sendiri yang melakukan kejahatan tersebut maka ditambah sepertiga tambahan yang lain lagi, mungkin akan kita sampaikan kepada jaksa penuntut umum. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here