Tergiur Tawaran Pradi, Golkar ‘Banting Setir’ ke Koalisi PDIP-Gerindra

831
Ketua DPD Golkar, Farabi Arafiq disaksikan Bendahara DPD Golkar Depok, H Tajudin Tabri salam komando dengan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna beberapa waktu lalu

Margonda | jurnaldepok.id
DPD Partai Golkar Kota Depok melakukan manuver untuk memperkuat posisi di Pilkada Depok, 9 Desember mendatang. Setelah mesra dengan PKS dan Tertata, kini Golkar mulai ‘banting setir’ ke Koalisi Gerindra-PDIP.

Hal itu terungkap dalam pertemuan Ketua DPD Partai Golkar, Farabi Arafiq dengan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna di kediaman salah satu pengurus DPD Partai Golkar di wilayah Sukmajaya, Senin (20/7) malam.

“Pertemuan itu lebih kepada pendekatan yang sebelumnya juga pernah kami lakukan. Sebelum kami mau ke kanan atau ke kiri, kami datangi kedua belah pihak. Pada prinsipnya kami tidak ngotot nyalon karena kami tidak mau memaksakan diri,” ujar Farabi kepada Jurnal Depok, Selasa (21/7).

Ia menambahkan, bahwa pertemuan dengan Pradi malam itu tak lain untuk melakukan finalisasi penjajakan untuk nantinya diputuskan dan dilaporkan ke DPP. Farabi menjelaskan, bahwa dirinya diminta DPP menjalin komunikasi ke semua parpol.

“Setelah itu kami laporkan, yang memutuskan DPP, yang kami putuskan di tingkat bawah yakni kalau kami dicalonkan, itu juga masih tergantung negosiasi di tingkat bawah. Kalau misalnya tidak bisa, kami tentu akan fatsun dengan keputusan DPP,” paparnya.

Farabi yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis anak itu mengungkapkan, saat ini yang dipikirkan tak lain strategi kemenangan ketika Partai Golkar tidak mencalonkan kadernya.

“Saat ini bagaimana caranya kami menang, kalau cuma nyalon terus tapi kalah enggak ada bedanya dengan 15 tahun yang lalu Golkar ini. Kalaupun tak mencalonkan diri, tapi Golkar harus mengusung yang bakal menang. Target kami bukan mencalonkan diri, tapi targetnya harus menang,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa DPD Partai Golkar Kota Depok tidak berhak memutuskan final atau tidak terkait pertemuan dengan Gerinda tersebut. Pasalnya, kata dia, yang berhak memutuskan itu adalah DPP dan tugas Golkar Depok hanya mengumpulkan data.

“Memang pertemuan itu sudah mengarah kepada koalisi, namun yang mengetok palu kan DPP. Dari komunikasi yang terbangun memang kami lebih mengarah ke Gerindra-PDIP karena sudah mau limit terakhir. Tapi itupun belum final, kalau DPP memutuskan beda kan lain lagi. Misalnya DPP meminta untuk membuat poros baru ya harus dibuat, begitu juga sebaliknya,” tukasnya.

Untuk memutuskan itu semua, Farabi meminta waktu dan paling telat akan diputuskan di akhir bulan ini.

“Akhir bulan akan ada putusan dari Golkar mau kemana, yang jelas banyak tawaran menarik dari Pak Pradi,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here