Siap-siap, Tak Pakai Masker Dirazia dan Didenda Petugas Gabungan

158
Petugas gabungan saat melakukan razia kepada warga yang tak menggunakan masker

Margonda | jurnaldepok.id
Petugas gabungan melakukan razia dan sosialisasi terhadap warga yang tidak menggunakan masker saat melakukan aktivitas. Seperti di pertigaan Jalan Siliwangi Margonda, para petugas melakukan pemeriksaan dan menegur para pengendara bermotor yang tidak menggunakan masker.

Koordinator Petugas Gabungan yang juga Kepala Kasie Pengandalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Tesy Haryati mengatakan petugasnya melakukan sosialisasi terhadap sanksi bagi warga yang tidak menggunakan masker.

“Saat melakukan sosialisasi petugas kami menemukan warga yang tidak mengenakan makser dan sementara kami tegur saja,” ujarnya, Senin (20/7).

Namun, kata dia, jika setelah pada 23 Juli warga tidak mengenakan masker maka bisa dikenakan sanksi denda bahkan hukuman yang sudah ditetapkan.

“Pelanggarnya dikenakan sanksi berupa denda administratif sebesar Rp 50.000,” paparnya.

Tesy menuturkan, sosialisasi Gerakan Depok Bermasker dilakukan secara serentak di lima titik yaitu Simpang Pasar Musi, Simpang KSU Sukmajaya, Simpang Juanda, Simpang Ramanda dan Simpangan Tugu Jam Siliwangi Pancoran Mas.

Gerakan bersama ini dimulai pukul 08.00 WIB. Gerakan ini akan diisi dengan aksi simpatik, sosialisasi terkait penggunaan masker dan edukasi PHBS.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan sebelum diberlakukan pada Kamis 23 Juli nanti, Pemkot Depok melakukan sosialisasi selama tiga hari yaitu Senin-Rabu, 20-22 Juli 2020.

“Dalam upaya menerapkan protokol kesehatan terutama dalam penggunaan masker sebagaimana diatur dalam Peraturan Walikota Depok Nomor 45 Tahun 2020, pada Hari Senin sampai dengan Rabu (20-22 Juli 2020) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Depok akan melaksanakan safari Gerakan Bermasker di beberapa titik keramaian dan di sejumlah kecamatan,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata dia, mulai Kamis 23 Juli 2020, akan dilakukan penindakan bagi mereka yang melanggar, dengan dikenakan denda sebesar Rp 50.000.

Jika tidak mau membayar maka pelanggar bisa memilih alternatif sanksi berupa sanksi sosial sebagaimana saat ini sudah dilakukan.

“Safari Gerakan Bermasker ini bukan merupakan kegiatan yang baru dilakukan, tetapi melanjutkan kegiatan-kegiatan sosialisasi yang sudah dilakukan selama ini. Tujuannya untuk mengingatkan kembali warga akan pentingnya menggunakan masker. Kegiatan ini disinergikan dengan kegiatan edukasi PHBS, terutama untuk meningkatkan imunitas dari ancaman Covid-19 di Kota Depok,” katanya.

Dikatakannya, sanksi diberlakukan berdasarkan Peraturan Wali Kota Depok No. 45 tahun 2020 dan hasil rapat Tim Gugus Tugas Covid 19 Kota Depok.

“Dikenakan sanksi berupa denda Rp 50.000 bagi yang tidak menggunakan masker di tempat umum. Kecuali saat sedang makan, berpidato, dan melakukan olah raga untuk memperkuat jantung dan paru-paru. Secara berkelanjutan, tim yang terdiri dari Satpol PP atas nama Gugus Tugas akan melakukan patrol ke seluruh wilayah Depok,” ungkapnya.

Jika ditemukan pelanggar, sambungnya, akan langsung ditindak. Proses penindakan penertiban berdenda ini akan diberikan kwitansi.

“Dana denda akan masuk ke Kas Daerah sesuai peraturan. Oleh karena itu supaya tidak terkena denda dan bisa melindungi diri serta keluarga, mari kita selalu menjaga jarak sosial, sering mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer dan jangan lupa menggunakan masker saat beraktivitas keluar rumah,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here