Penculik Delapan Bocah di Wilayah Sukmajaya Diringkus Polisi

1782
Gembel, pelaku penculikan delapan bocah di wilayah Sukmajaya beberapa waktu lalu

Margonda | jurnaldepok.id
Iswanto Buluk alias Gembel tersangka kasus penculikan ternyata juga melakukan pencabulan terhadap korban serta mencuri handphone. Buluk mengatakan jika aksinya bukan kali pertama terjadi.

Sebelumnya ia pernah mendekam di salah satu Polsek di kawasan Jakarta Timur dengan kasus yang sama. Motifnya, selain pelecehan seksual juga ingin menguasai barang berharga korban.

“Saya incar HP-nya doang Pak, saya modusnya ajak main game,”ujarnya, kemarin.

Untuk delapan anak yang dari Depok ini, dibawa hingga ke kawasan Pasar Induk, Jakarta Timur. Agar korbannya tidak melawan, Buluk mengaku jika dirinya memiliki ilmu hitam.

“Mereka saya takut-takutin santet. Ada dua telepon genggam yang saya ambil dan
telah dijual senilai Rp800 ribu. Uangnya sudah saya pakai buat jajan sehari-hari” paparnya.

Buluk mengatakan, sebelum mengincar korban, biasanya ia melakukan pemantauan terlebih dahulu di lokasi. Beruntung, meski sempat dibawa, kedelapan anak Depok tersebut kondisinya semua selamat setelah ditemukan Satuan Reskrim Polres Metro Depok.

“Ampun Pak, saya benar-benar kapok, saya janji taubat,” tuturnya.

Kapolrestro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah, mengatakan setelah lama melakukan pengejaran, akhirnya penyidik Polrestro Depok berhasil mengamankan pelaku penculikan delapan anak yang terjadi di Pasar Agung, Sukmajaya, pada 27 Juni 2020.

Pelaku adalah Iswanto (23) yang merupakan tunawisma diamankan di Taman Tanah Tinggi Johar Baru Jakarta Pusat. Sebelumnya polisi sudah membuat sketsa wajah pelaku dan disebar di tempat umum.

“Sketsa wajah itu disebar dan anggotanya menerima informasi yang masuk ke kepolisian dan beberapa informasi tersebut kami tindak lanjuti dan membuahkan hasil. Kemarin sore kami dapat info terduga pelaku terlihat dan Tim Satreskrim dipimpin Kasatreskrim segera ke lokasi dan menggali keterangan dan ternyata benar pelaku ada dan segera kami tangkap,” jelasnya.

Dari keterangan, pelaku melakukan penculikan seorang diri. Dalam upaya penculikan itu, pelaku juga diduga melakukan tindakan pencabulan.

“Yang kami dapat baik dari para saksi maupun dari tersangka sendiri. Memang benar terjadi dugaan penculikan dan ada juga dugaan pencabulan serta ada dugaan penggelapan penipuan termasuk pencurian terhadap barang milik anak diantaranya telepon genggam,” terangnya.

Pelaku dijerat pasal UU Perlindungan Anak nomo 35 dengan ancaman hukuman 15 tahun.

“Terhadap pelaku kami sangkakan Pasal 82, termausk pasal penipuan penggelapan dan pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here