Masih Membuka Diri, HTA Ajak Parpol Lain Bergabung di Koalisi Pradi-Afifah

128
HTA saat memberikan rekomendasi kepada pasangan Pradi-Afifah

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo masih membuka diri bagi partai lain untuk ikut masuk kedalam gerbong koalisi Pradi-Afifah.

“Di awal ketika kami berkomunikasi dengan Partai Gerindra Kota Depok yang kami kedepankan secara Undang Undang minimal 10 kursi, ternyata dengan Gerindra 20 kursi. Artinya dengan dua partai ini sudah bisa mengusung calonnya sendiri. Sampai hari ini kami tetap membuka diri untuk teman-teman parpol lain,” ujar HTA, kemarin.

Selain itu, pria yang akrab disapa HTA tetap menjalin komunikasi dengan parpol lain untuk bergabung dengan PDIP dan Gerindra.

“Karena waktunya masih panjang, sebelum batas akhir hari pendaftaran kami tetap terbuka. Kami merendahkan hati kami untuk berkomunikasi dengan partai lain sehingga ada satu kesamaan visi dan misi untuk bersama-sama membangun Depok ini,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa PDIP sedari awal komitmen untuk mengusung Pradi-Afifah.

“Hari ini (Jumat,red) terbukti dan telah diumumkan oleh DPP. Artinya kalau ada lagi di luar sana yang berspekulasi bahwa ada nama lain selain Pradi-Afifah itu hoax. Ini keputusan partai yang tak bisa diganggu gugat,” terangnya.

Dari itu, kata dia, PDIP dan Gerindra serta partai lain yang nanti akan bergabung berjanji akan berjuang sekuat tenaga, sehingga dapat membawa Depok lebih baik lagi ke depan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Ikravany Hilman. Dirinya membenarkan hingga saat ini pihaknya masih membuka diri bagi parpol lain yang ingin bergabung bersama mengusung Pradi-Afifah.

“Situasinya hari ini bahwa kemungkinan akan bergabung dengan kami sangat terbuka, kami juga menghargai proses di partai lain. Ada sekitar tiga atau empat partai yang kemungkinan akan bergabung dengan kami,” tandasnya.

Sementara itu Bakal Calon Wakil Wali Kota Depok, Hj Afifah Alia tak bisa berkata-kata ketika namanya resmi disebut oleh DPP PDIP untuk menjadi bakal calon wakil wali kota.

“Saya tidak pernah melakukan lobi-lobi politik, saya tidak pernah menemui petinggi partai untuk mendapatkan rekomendasi dan saya mendaftar karena saya diminta oleh pengurus partai mulai dari DPC, DPD dan DPP,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Jadi, kata dia, keputusan tersebut merupakan amanah yang tak perlu dilobi dan tak perlu diperjuangkan.

“Ini merupakan amanah berat yang diberikan, apalagi ketika nanti menang, amanah lebih berat karena warga Depok harus diayomi semuanya. Bagi saya, rekomendasi ini bukan sesuatu yang harus diraih tapi sesuatu yang diamanahkan. In Sya Allah jika terpilih kami akan amanah dan bekerja untuk masyarakat Depok,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here