Jelang Pilkada, Seleb Ternama Yang Tinggal di Depok Dicoklit KPU

1198
Petugas KPU saat melakukan coklit di kediaman Rafi Ahmad

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok melakukan Gerakan Coklit Serentak di 11 Kecamatan se Kota Depok. Selain masyarakat umum, KPU juga melakukan coklit terhadap kalangan public figure dan selebritis.

“Gerakan Coklit Serentak tujuannya adalah mengajak seluruh jajaran KPU Kota, PPK, PPS dan PPDP untuk melakukan pencocokan dan penelitian data pemilih dengan cara mendatangi warga door to door. GCS diawali dengan apel kesiapan terlebih dahulu di kelurahan masing-masing, kemudian dilanjutkan dengan mendatangi rumah publik figur untuk dilakukan coklit dan penempelan stiker bukti yang bersangkutan sudah terdaftar,” ujar Nana Shobarna, Ketua KPU Depok, Minggu (19/7).

Ia menambahkan, pihaknya menyasar ke beberapa publik figur yang memang mereka adalah warga Depok baik dari kalangan selebriti, politisi, tokoh agama, tokoh masyarakat yang ada di wilayah masing-masing.

Kunjungan ke publik figur ini, kata dia, selain dilakukan oleh KPU Kota dan jajaran, juga diikuti dan melibatkan Bawaslu Kota dan jajaran yang merupakan bagian dari bentuk sinergitas sesama penyelenggara.

“Publik figur yang kami dan jajaran datangi hari ini diantaranya Ayu Ting Ting, Raffi Ahmad, Mamah Dedeh, Fani Fadilah (pemeran Ucup Bajai Bajuri), Firda Razak, Yunita Ababil, Idrus Madani (Pemeran RW Kemed ‘Dunia Terbalik’), Edwin Super Bejo, Bang Ocid, serta tokoh-tokoh lokal Kota Depok dari berbagai unsur elemen masyarakat Depok,” paparnya.

Ia menjelaskan, bahwa sesuai dengan tahapan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Tahun 2020, sejak tanggal 15 Juli hingga 13 Agustus 2020 adalah tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih.

“Untuk diketahui kita semua, saat ini pemilih sudah tercatat dalam A.KWK (data pemilih awal), dari data awal inilah dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) oleh PPDP. Apabila terdapat pemilih yang tercantum dalam data awal sudah meninggal atau pindah atau sudah tidak lagi memenuhi syarat sebagai pemilih maka akan dicoret, dan jika Pemilih belum terdaftar maka akan dimasukkan oleh Petugas Pemukhtahiran Data Pemilih (PPDP) di wilayah masing-masing,” jelasnya.

Kegiatan ini, kata dia, juga sebagai gong awal dimulainya coklit sebelum petugas PPDP turun door to door di wilayahnya yang nanti akan dilaksanakan sejak tanggal 15 Juli s/d 13 Agustus 2020. Perlu kami sampaikan terlebih dahulu bahwa para petugas PPDP yang akan turun tersebut dalam keadaan yang aman dari covid-19, karena sebelumnya kami telah melakukan rapid test terhadap mereka.
“Prinsip dasar dari pelaksanaan pilkada dalam kondisi pandemi covid-19 adalah kita perlu memastikan terjaminnya keselamatan dan kesehatan baik bagi penyelenggara, peserta maupun pemilih tanpa mengabaikan kualitas demokrasi yang memang sudah menjadi ketentuan,” katanya.

Pihaknya juga menginstruksikan kepada seluruh PPK dan PPS yang melakukan supervisi dalam kegiatan ini, agar terwujudnya DPT yang valid dan akurat dalam pilkada Depok tahun ini.

“Kami semua berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga kita dapat melaksanakan pesta demokrasi dengan keadaan kondisi yang normal, dan masyarakat pun akan antusias untuk datang ke TPS 9 Desember 2020 yang akan datang. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here