Arah Koalisi Semakin Jelas, Pilkada Depok Bakal Head to Head

502
Pasangan Pradi-Afifah yang telah ditetapkan partai pengusung, sementara kuat dugaan Idris akan berpasangan dengan IBH

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok pada 9 Desember mendatang dipastikan berlangsung satu lawan satu (head to head). Hal tersebut terungkap setelah beberapa parpol melakukan manuver dan telah menemui titik temu.

Setelah pasangan Pradi-Afifah ditetapkan oleh DPP PDI Perjuangan dan menyusul Gerindra, jumlah kursi yang mereka miliki sebanyak 20 kursi di DPRD atau setara 40 persen. Hal itu menambah kuat peluang head to head terjadi di pilkada nanti.

Terlebih tiga partai seperti PAN, Demokrat dan PPP yang seluruhnya berjumlah 9 kursi sedari awal telah komitmen untuk mengusung wali kota petahana, Mohammad Idris yang juga belakangan digadang-gadang akan diusung pula oleh PKS yang memiliki 12 kursi.

Melihat kondisi tersebut, tersisa Golkar, PKB dan PSI yang hingga saat ini masih mengambang dan belum menetapkan akan berkoalisi dengan siapa. Jika dilihat dari jumlah kursi mereka di DPRD Depok, Partai Golkar, PKB dan PSI hanya 9 kursi dan belum mencukupi untuk mengusung bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang ditetapkan Undang Undang minimal 20 persen dari jumlah kursi di DPRD sebanyak 50 kursi. Namun mereka saat ini bebas memilih akan berkoalisi dengan siapa.

Melihat kondisi tersebut, PDIP dan Gerindra mengaku sama-sama siap jika dalam pilkada nanti harus berjalan head to head.

“Kami harus percaya dengan kekuatan sendiri yakni struktur dan mesin partai PDIP dan Gerindra yang bukan saja memiliki kaderisasi dan organisasi yang baik, tetapi juga baru saja melalui kontestasi dan memiliki pengalaman luar biasa pada saat pileg dan pilpres,” ujar Ikravany Hilman, Sekretaris DPC PDI Perjuangan kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dikatakannya, PDIP bukan hanya memiliki kader yang militan namun terlatih dalam sebuah proses politik yang luar biasa.

“Itu yang membuat kami optimistis. PDIP secara partai politik siap begitu juga dengan Gerindra. Kalau kami tidak percaya diri terhadap kekuatan yang kami miliki, tidak mungkin kami megusung pasangan calon,” paparnya.

Tak hanya itu, sambungnya, suara PDIP dan Gerindra pada pileg dan pilpres lalu di Kota Depok sangat signifikan.

“Ini baru dua partai di luar PKS, karena kan PKS juga sudah memastikan akan mengusung calon, maka masih terbuka untuk partai lain selain PKS untuk bergabung dengan kami. Kami PDIP yang akan lobi partai lain untuk bergabung,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Depok, Hamzah. Ia juga mengaku siap jika pilkada nanti harus head to head.

“Mau head to head, tiga calon atau empat calon, Gerindra tentu siap. Kami juga menunggu partai-partai lain seperti PKB, PSI, PAN, Golkar dan mungkin PPP sama-sama kami ajak. Sudah sangat serius kami berbicara dengan mereka,” tegasnya.

Sinyal Pilkada Depok bakal terjadi head to head tersirat setelah kompetitor dari Pradi-Afifah yakni Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono mengungkapkan bawa mereka masing-masing telah mengantongi SK dari partai pengusung. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here