Terjunkan 4.013 Petugas, Hari Ini KPU Depok Coklit Pemilih

86
Nana Shobarna

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok mulai melaksanakan kegiatan klik serentak dan coklit serentak bagi warga Depok yang dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Hal itu dilakukan setelah pihaknya menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi PPDP.

“Kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari Surat Dinas KPU RI Nomor 552/TL.02.1-SD/01/KPU/VII/2020 perihal Pemberitahuan Kegiatan Klik dan Coklit Serentak. Sesuai tahapan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Tahun 2020, besok (hari ini,red) tanggal 15 Juli hingga 13 Agustus 2020, akan dimulai tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih. Kegiatan ini akan dilakukan oleh 4.013 PPDP yang akan bertugas selama 30 hari untuk melakukan coklit di seluruh Kota Depok,” ujar Nana Shobarna, Ketua KPU Kota Depok, Selasa (14/7).

Untuk mensosialisasikan kegiatan coklit tersebut, sambungnya, KPU mencanangkan kegiatan Gerakan Klik Serentak di tanggal 15 Juli 2020. Dimana kegiatan ini serentak dilaksanakan juga di semua daerah yang mengadakan pemilihan kepala daerah di tahun 2020 ini.

“Gerakan Klik Serentak tujuannya adalah mengajak seluruh jajaran KPU, PPK, PPS dan PPDP serta seluruh masyarakat Kota Depok untuk mengecek data diri apakah sudah tercatat dalam A.KWK atau belum, caranya cukup mudah, hanya dengan mengunjungi portal online lindungihakpilihmu.kpu.go.id kemudian pilih daerah pemilihan dengan memasukkan NIK dan tempat lahir,” paparnya.

Saat diri kita sudah tercatat dalam A.KWK (data pemilih awal), kata dia, maka akan muncul Nama, Keluarahan dan Nomor TPS. Jika pemilih belum terdaftar, maka akan muncul kolom isian data seperti pada kolom isian A.KWK atau bisa segera menghubungi PPDP atau PPS di wilayah masing-masing.

“Kegiatan ini juga sebagai gong awal dimulainya coklit sebelum petugas PPDP turun door to door di wilayahnya yang nanti akan dilaksanakan dari tanggal 15 Juli sampai 13 Agustus 2020. Perlu kami sampaikan terlebih dahulu, bahwa para petugas PPDP yang akan turun tersebut dalam keadaan yang aman dari Covid-19, karena sebelumnya kami telah melakukan rapid test terhadap mereka,” katanya.

Nana menjelaskan, prinsip dasar dari pelaksanaan pilkada dalam kondisi pandemi Covid-19 adalah pihaknya perlu memastikan terjaminnya keselamatan dan kesehatan baik bagi penyelenggara, peserta maupun pemilih tanpa mengabaikan kualitas demokrasi yang memang sudah menjadi ketentuan.

“Kami juga menginstruksikan kepada seluruh PPK dan PPS yang melakukan supervisi dalam kegiatan ini, agar terwujudnya DPT yang valid dan akurat dalam Pilkada Depok tahun ini. Kami semua berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga dapat melaksanakan pesta demokrasi dengan keadaan kondisi yang normal dan masyarakat pun akan antusias untuk datang ke TPS 9 Desember 2020 yang akan datang,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here