Balita Korban Penjambretan Alami Trauma

19
Pelaku penjambretan terekam cctv

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Seorang anak dibawah lima tahun menjadi korban penjambretan yang terjadi di lingkungan di RT 05/19 Kampung Lio, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas.

Ibu korban, Sariah mengatakan, saat kejadian anaknya bermain persis di depan rumahnya.

“Saat sedang bermain tiba-tiba datang pengendara bermotor dan langsung menarik kalung yang ada di tubuh anak saya,” ujarnya, kemarin.

Mendapatkan perlakuan kasar, anaknya kemudian menangis keras sehingga keluarga di dalam rumah keluar. Setelah diperiksa ternyata anaknya telah menjadi korban penjambretan kalung yang dipakai di leher oleh orang yang tidak di kenal.

Ari, ayah korban menambahkan, anaknya kini masih trauma, setiap lihat motor warna putih dan orang asing selalu menangis.

“Akibat aksi pejambretan leher bagian belakang anak saya luka memar,” tandasnya.

Tak hanya itu, trauma psikis dialami korban yang hingga kini masih syok bila melihat orang asing terlebih yang mengendarai sepeda motor.

Ari menceritakan, ketika itu anaknya tengah bermain bersama kerabatnya tak jauh dari tempat ia tinggal.

“Tiba-tiba saja ada orang naik motor Vario putih ngasih uang Rp 2.000 ke anak saya, tujuannya biar bisa mendekati si pelaku. Begitu mendekat, pelaku lantas dengan cepat merebut paksa kalung hingga meninggalkan luka memar,” ungkapnya.

Kaget mendapati sang buah hati menjadi korban kriminalitas, anaknya menangis histeris hingga menimbulkan warga sekitar lokasi kejadian keluar rumah.

Salah seorang warga pun sempat melakukan pengejaran terhadap pelaku pasca kejadian. Sayangnya, usaha tersebut tak membuahkan hasil lantaran pelaku menancap gasnya ke jalan raya.

“Saat di lampu merah Arif Rahman Hakim sudah tidak bisa dikejar lagi. Karena terhambat lampu merah,”katanya.

Saat melancarkan aksinya, pelaku terekam CCTV menggunakan masker, sehingga wajah pelaku tak terlihat.

“Saya harap pihak aparat bisa menangkap pelakunya, karena pada saat dikejar pelaku sempat lewat lampu merah Arif Rahman Hakim. Mudah-mudah terekam di CCTV lampu merah sehingga pelaku bisa dilacak,” harapnya.

Bibi korban, Risma memaparkan hal yang sama dengan Ari, bahwa sebelum menjambret kalung korban, pelaku lebih dulu menarik perhatian korban dengan mengiming-imingi uang Rp 2.000.

“Pelaku sempat ngasih duit ke anak yang cowo. Untuk narik perhatian. Dari cerita sempat menolak pemberian pelaku,” tandasnya.

Dia menambahkan, bagaimana usaha warga sekitar untuk menangkap pelaku dengan cara mengejar menggunakan sepeda motor juga.

“Pelaku pakai motor ngebut, pas dilihat di CCTV plat nomornya tidak kelihatan,”katanya.

Keluarga korban berharap kejadian ini mendapatkan perhatian serius dari aparat kepolisian agar pelaku dapat segera tertangkap, sehingga kejadian serupa tak terulang kembali. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here