Pengadaan Taman Kelurahan Grogol Tersandung Sengketa Lahan

103
Terlihat plang pengumuman pemilik lahan yang rencananya akan dibangun taman kelurahan

Limo | jurnaldepok.id
Pembangunan Taman Kelurahan Grogol yang akan mengoptimalkan lahan Fasos Fasum Perumahan Vila Mutiara seluas 2.600 M2 di wilayah Rw 10, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo terancam batal.

Pasalnya, belakangan muncul klaim dari salah seorang warga yang mengaku sebagai pemilik lahan berdasarkan Girik 335 persil 350.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Ketua Rw 10, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Mohammad Mantri mengaku tidak mengetahui secara pasti sosok warga yang mengklaim lahan fasos fasum PT Ispi selaku pengembang Perumahan Vila Mutiara, seraya hanya menunjuk plang yang terpampang dibagian depan lahan yang bertuliskan “Tanah ini dalam pengawasan Moch. Lukman Hasan.

“Saya tidak tahu siapa yang mengantongi girik 335 persil 350 yang dimaksud pada tulisan di papan plang yang ditancapkan dilokasi lahan yang rencananya akan dibangun taman kelurahan,” ujar Mantri, kemarin.
D
ia menambahkan, dirinya juga tidak mengetahui secara pasti apakah penundaan pembangunan Taman Kelurahan Grogol, terkait dengan permasalahan tersebut atau bukan.

“Soal belum dibangunnya Taman Kelurahan, mungkin memang ada penundaan pelaksanaan pembangunan lantaran terimbas masalah Korona, tapi saya juga kurang tahu atau mungkin karena ada klaim dari pihak lain terkait lahan yang akan dibangun untuk Taman itu,” paparnya.

Setali dua uang, Mantri juga mengaku tidak tahu siapa yang mendalangi munculnya kembali PKL yang mendirikan bangunan diatas lahan tersebut pasca ditertibkan beberapa bulan silam.

“Waktu itu memang ada penertiban pedagang kaki lima (PKL), namun setelah itu tidak ada tindak lanjut penataan lahan sehingga lahan itu kembali dioptimalkan oleh para pedagang,” imbuhnya.

Pengakuan yang sama dilontarkan oleh Lurah Grogol, Kecamatan Limo, Danudi Amin.

“Saya tidak tahu, siapa orangnya yang mengklaim lahan dengan dasar girik 335 persil 350, dan saya juga tidak tahu siapa yang merestui munculnya kembali para pedagang kaki lima (PKL) disana,” tutup Danudi. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here