Merasa Siswa Miskin Tak Diakomodir, SMAN 1 Depok Didemo Warga

85
Aksi massa DKR yang melakukan demonstrasi di depan SMAN 1 Depok

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Puluhan massa yang mengaku sebagai orang tua siswa peserta didik dan Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) melakukan aksi demonstrasi di depan SMA Negeri 1 Depok, Jalan Nusantara, Kecamatan Pancoran Mas.

Massa yang mayoritas ibu-ibu ini meminta agar pihak sekolah negeri di Depok mengakomodasi siswi miskin. Mereka datang sambil membawa spanduk, meminta agar sistem seleksi penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Depok diperbaiki.

Salah satu spanduk yang dibawa bertulisan ‘Menolak Siswa Miskin = Tindakan Biadab’.

Mereka juga membentangkan spanduk bertulisan ‘Aksi Solidaritas Kota Depok untuk Siswa Miskin di Kota Depok’.

Ketua Dewan Kesehatan Rakyat Kota Depok, Roy Pangharapan mengatakan tujuan mereka menggelar aksi adalah menuntut agar semua rakyat miskin diterima di sekolah negeri.

“Tujuan aksi ini adalah dalam rangka advokasi masyarakat miskin yang ditolak sekolah negeri,” ujarnya, Senin (13/7).

Ia menambahkan, memilih SMA Negeri 1 Depok karena lokasi ini adalah perwakilan Dinas Pendidikan di Jawa Barat. Sebelumnya, massa juga sudah mendemo kantor Pemkot.

“Mereka bergeming. Karena itu, kami datang ke SMA 1 Depok sebagai perwakilan dari Jawa barat,” katanya.

Roy menyebut aksinya akan terus dilakukan sebelum pihak sekolah memenuhi tuntutan mereka. Ia juga mengancam akan membangun tenda di depan sekolah.

“Kami akan bertahan, kami akan buat tenda depan sekolah ini,”paparnya.

Roy menegaskan dirinya bersama seluruh Relawan DKR Kota Depok akan terus mendampingi para orang tua siswa agar mendapatkan haknya.

“Termasuk jika diperlukan kami akan datangi Menteri Nadiem. Bahkan jika perlu ke istana. Menuntut Presiden Jokowi agar konsisten menindak semua pejabat yang anti Pancasila menolak siswa miskin mendapat haknya yang dijamin undang-undang,” tegasnya.

Untuk itu Roy berharap agar cukup Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang menyelesaikan persoalan ini.

“Buktikan dirinya Pancasilais! Jangan biarkan siswa miskin tidak sekolah. Masa Gubernur Jawa Barat tidak mampu menyelesaikan persoalan dasar warganya untuk mendapat pendidikan,” ungkapnya.

Namun begitu, hasil pantauan di lapangan pada pukul 12.00 WIB, massa meninggalkan lokasi dan aksi massa berjalan kondusif. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here