Masih Berkutat Pada Penantang Petahana, Novi Tunggu Politik Gagasan Balon Walikota

117
Novi Anggriani

Margonda | jurnaldepok.id
Jelang pendaftaran peserta pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Depok, para bakal calon (balon) dan partai politik dinilai masih disibukan dengan kalkulasi suara atau berkoalisi untuk memberikan dukungan kepada pasangan bakal calon.

Hal itu dianggap kurang melibatkan warga Depok yang mempunyai hak suara atau pemberi mandat langsung kepada para balon wali kota.

“Jadi menurut saya, alangkah baiknya para balon wali kota Depok ini sudah dapat menggaungkan gagasannya untuk memperbaiki Depok,” ujar Tokoh Perempuan dan Anak Kota Depok, Novi Anggriani Munadi, Senin (13/7).

Padahal, menurut Novi, semua para balon mengaku menginginkan perubahan terhadap Kota Depok menjadi lebih baik, tetapi belum ada satu pun yang mempunyai gagasan mendobrak, terperinci dan terukur untuk memperbaiki Depok.

“Yang tertangkap oleh warga Depok, ya baik para balon petahana maupun penantang, tidak ada bedanya. Artinya Kota Depok mungkin nantinya akan berjalan sama saja di beberapa aspek kehidupannya,”paparnya.

Ketua Komunitas NADI Center itu pun menjelaskan, nama-nama baru balon wali/wakil wali kota Depok yang menjadi penantang mestinya menunjukan tajinya kalau mereka ingin merubah, memperbaiki atau memperbarui Depok.

“Caranya dapat dilakukan dengan menunjukan terobosan gagasan yang berbeda dari para petahana. Kalau sampai sekarang kan yang terkesan, mereka para balon penantang, hanya jadi pendamping atau pelengkap para balon petahana yakni Pak Idris dan Bang Pradi yang terpecah dan memutuskan maju masing-masing,” imbuh Novi.

Pada kondisi banjirnya informasi, kata dia, banyaknya platform media sosial dan maraknya komunitas yang ada di warga Depok, mestinya dapat dimanfaatkan para balon kepala daerah Depok yang menjadi penantang untuk mengumpulkan saran, ide dan gagasan dari warga untuk mengubah atau memperbaiki Depok.

Dengan begitu, sambungnya, informasi yang sampai kepada warga Depok jelang pendaftaran calon kepala daerah Kota Depok ini, tidak hanya bongkar pasang koalisi partai politik dan penjodohan atau perpisahan para bakal calon saja. Melainkan lebih substansi yakni bagaimana mengenal para balon kepala daerah dari gagasan-gagasannya.

“Selain itu juga, supaya Pilkada Depok tidak hanya terkesan milik elit dan bentuknya selalu dari atas ke bawah atau top down. Tetapi sedapat mungkin Pilkada Depok juga bergerak dari bawah ke atas atau buttom up untuk melibatkan warga akar rumput, sedari awal,” pungkas Novi. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here