Kasus Cekcok Sopir Ambulans dan Anggota Dishub Berujung Damai

88
Sopir ambulans dan pemotor saat cekcok di jalan raya

Margonda | jurnaldepok.id
Aksi dugaan penghadangan mobil ambulans oleh seorang pengendara bermotor di Jalan Raya Sawangan, Kecamatan Pancoran Mas, karena kesalahpahaman. Hal itu diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polrestro Depok, Kompol Wadi Sa’bani.

Kemarin, pihaknya sudah memanggil para pihak yaitu pengendara sepada motor dan sopir ambulans. Selanjutnya pihaknya melakukan klarifikasi atas peristiwa yang terjadi pada Sabtu (11/7).

Dari hasil klarifikasi, diketahui bahwa sekitar pukul 08.20 WIB, ambulans membawa pasien dari Sawangan menuju Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok.

“Sekitar pukul 08.40 WIB ketika berada di Jalan Raya Sawangan tepatnya di depan pintu Perumahan BDN, tiba-tiba ada motor yang dikendarai oleh HG (pengendara motor) memberhentikan (ambulans). Lalu terjadi cekcok, diduga kesalahpahaman, menggaggap sodara HG terjadi senggolan antara motor dan ambulan,” ujar Wadi, Senin (13/7).

Saat itu, sambung dia, permasalahan kedua belah pihak telah usai. Kedua belah pihak bermusyawarah di lokasi dan melanjutkan perjalanan.

“Sebetulnya pada saat itu juga sudah dimusyawarahkan di sekitaran dekat pos satpam BDN, namun setelah kejadian itu HG masih mengikuti ambulans sampai RS Mitra Keluarga Depok. Setelah itu HG dan sopir menuju polres untuk klarifikasi,” jelasnya.

Dari hasil pendalaman pihaknya terhadap pihak yang bertikai, diketahui bahwa HG ternyata masih belum puas sehingga mengikuti ambulans sampai ke RS tujuan. Pasalnya, HG masih ingin menyelesaikan persoalan tersebut dengan sang sopir.

“Dari hasil klarifikasi kami, HG ini masih belum terima dengan kejadian yang merasa dia sudah alami dengan serempetan itu. Sehingga masih ingin lanjutin pembicaraan, setelah kejadian tersebut dilanjutkan klarifikasi di polres,” ucapnya.

Ditegaskan Wadi bahwa tidak ada aksi kekerasan dalam peristiwa tersebut. Yang ada hanya cekcok mulut saja.

“Tidak ada (pemukulan), cuma ribut omongan,” tegasnya.

Dia juga meluruskan bahwa pihaknya hanya membantu klarifikasi peristiwa ini dengan pihak yang saling berkaitan.

“Jadi kami klarifikasi karena juga sudah viral. Kami minta keterangan semua pihak yang terlibat cekcok mulut di TKP. Artinya dari mereka semua sudah menyadari bahwa itu kesalahpahaman dan dari masing-masing pihak sepakat untuk musyawarah kekeluargaan,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here