Sopir Ambulans dan Diduga Anggota Dishub Cekcok di Jalan Raya

187
Sopir ambulans dan pemotor saat cekcok di jalan raya

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Seorang pengendara bermotor yang diduga melakukan penghadangan terhadap mobil ambulans di Jalan Raya Sawangan, Kecamatan Pancoran Mas, Sabtu(11/7). Peristiwa itu terjadi ketika mobil ambulans dari salah satu relawan membawa pasien yang hendak kontrol ke salah satu rumah sakit di Jalan Margonda Depok.

Sopir Ambulans, Slamet mengatakan saat itu mobil ambulans dikendarainya didampingi seorang perawat serta keluarga pasien. Ambulans mulai meluncur sekitar pukul 08.15 WIB dari rumah pasien di Telaga Golf Sawangan menuju Rumah Sakit di Jalan Margonda Depok.

“Saat kejadian dari mulai depan RSUD Depok sampai ke pertigaan Pancoran Mas yang mau ke Rawadenok terjadi crashnya di situ, nggak jauh dari situ akhirnya stuck dekat Perumahan BDN Sawangan. Sempat senggolan karena memang kami ambil kanan ngga masuk, nggak ngepas, maksa masuk dari kiri, ya sudah otomatis pasti kena,” ujarnya, kemarin.

Dikatakannya, pengendara sepeda motor tersebut sempat adu argument dengan dirinya. Padahal, kata Slamet, dirinya saat itu sedang membawa pasien yang hendak ke rumah sakit.

“Jadi memang dari omongan si bapak ini dia tetap ingin diprioritaskan setara ambulan. Sedangkan kami kalau tidak ada evakuasi kami ikut normal jadi warga biasa, kalau kami lagi evakuasi ya tetap utamakan pasien,” paparnya.

Dari omongan dan perilaku si pengendara motor itu, kata Slamet, sepertinya dia tidak ingin mengalah dan memberi jalan untuk ambulans. Padahal dia sudah memberi tanda agar ambulans dapat melintas dan segera sampai ke rumah sakit tujuan.

“Iya nggak mau ngalah, nggak kasi jalan. Sudah kami klakson, pengen kami punya akses tapi tetap nggak kasih jalan. Kami kanan dia kanan, kami kiri dia kiri,”katanya.

Untuk meyakinkan pengendara itu, Slamet sampai mengajak si pengendara menuju ambulans untuk melihat pasien. Dia bahkan sempat membuka kabin agar terlihat oleh si pengendara sepeda motor bahwa dirinya benar sedang membawa pasien.

“Pertama kali sebelum cekcok sempet gedor kaca ambulan bagian driver. Kmai juga ngajak suruh lihat ada pasien, saya buka kabin dan pengendara yang lain lihat ada isinya,” ucapnya.

Setelah adu argument, akhirnya Slamet pun melanjutkan perjalanan. Namun dia tetap diikuti oleh pengendara motor, karena pengendara motor itu ingin menyelesaikan kasus ini di kepolisian.

“Dia ingin bawa ini ke polres. Kami urus pasien dulu, kami susul (ke polres) tapi sudah pergi tanpa noleh kami,”katanya.

Sementara itu Hindra pemotor yang diduga sebagai Anggota Dishub Kota Depok dituding menghadang ambulans membantah kalau dirinya melakukan pengadangan.

“Kami tidak melakukan penghadangan, saya hanya ingin memberitahu kepada sang sopir ambulans agar mengendarai ambulan sesuai Standar Operasional Prosedur,” jelasnya.

Dia mengatakan, saat berjalan bersamaan dan tibanya di sekitar pertigaan Arco mobil ambulans memberi kode lampu sein ke kanan. Dengan memberikan kode lampu sein ke kanan maka dirinya ambil lajur kiri namun sopir ambulans malah ambil jalur kiri sehingga dirinya terserempet.

“Pengemudi ambulans itu lalu bergegas, lalu saya ikuti,”katanya.

Sesampainya di Jalan Raya Sawangan dengan yang tidak padat dirinya lalu menghampiri sopir ambulans tersebut agar mengemudi ambulans sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan.

“Kami bukan menghadang tapi memberikan masukan bagaimana mengemudi ambulans yang benar sehingga tidak membahayakan pengendara lain di jalan raya,”katanya.

Namun tiba-tiba datang pengendara bermotor mengaku sebagai relawan Patwal dari ambulan tersebut menghasut pengendara bermotor lainnya untuk menyerang dirinya.

“Pengendara motor itu kami dengar menghasut warga di lokasi untuk melawan dirinya, ya kami engak terima,” ungkapnya.

Dirinya juga menolak dikatakan mengejar mobil ambulan hingga Rumah Sakit melainkan dirinya menghampiri pengendara bermotor tersebut karena dituding sebagai penghasut.

“Dalam mengemudikan mobil ambulans ada SOP bukan hanya mengemudikan dengan seenaknya akan tetapi ada protap yang dilakukan,” jelasnya.

Kasubag Humas Polresta Depok, AKP Ely Padiansari mengatakan terkait kasus ambulans, pihaknya masih menunggu proses klarifikasi. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here