Bikin Kotor Lingkungan, Warga Keluhkan Debu Galian Tanah

62
Terlihat truk pengangkut tanah melintas di lingkungan masyarakat

Limo | jurnaldepok.id
Warga dan para pengguna jalan raya Pendowo dan Jalan Relis mengeluhkan ceceran tanah galian yang diangkut oleh puluhan mobil truk, pasalnya ceceran tanah yang jatuh kebidang jalan menimbulkan debu dan mengganggu kenyamanan pengendara dan warga khususnya warga Jalan Relis Rt 04/09, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo.

Rizal salah satu warga Jalan Relis, Rt 04/09, Kelurahan Limo, mengaku sangat terganggu dengan aktivitas puluhan mobil truk yang wara wiri didepan rumahnya, lantaran kata dia, ceceran tanah yang jatuh dari mobil pengangkut tanah dari kawasan Pemakaman Kopo Rw 05, Kelurahan Limo menimbulkan debu dan masuk dalam rumah.

“Sejak ada aktivitas pengangkutan tanah galian yang melintasi depan rumah kami, banyak sekali debu yang masuk kerumah kami, ini sangat mengganggu kenyamanan kami apalagi dirumah kami ada anak kecil yang setiap hari harus terkena dampak debu dari aktivitas pengangkutan tanah itu,” kata Rizal.

Rizal menyesalkan, sebelumnya tidak pernah ada sosialisasi dari pengurus lingkungan atau pihak manapun juga yang memberitahukan akan ada aktivitas pengangkutan tanah galian yang melintas didepan mereka padahal lanjut dia hilir mudik mobil truk didepan rumah warga sangat merugikan warga.

“Kami tak pernah dibeti tahu apalagi dimintai persetujuan terkait akan ada aktivitas pengakutan tanah galian yang melintas didepan rumah kami, padahal dampak dari kegiatan itu kami yang merasakannya,” tegas Rizal.

Hal senada dilontarkan oleh Ibu Agus yang juga tinggal di Jalan Relis Rt 04/09, Kelurahan Grogol.

“Enggak ada tuh, pembetiatahuan kepada kami, tahu tahu udah ada hilir mudik mobil pengangkut tanah lewar depan rumah kami,” imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Koordinator Forum Komunikasi – Asosiasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (FKA – LPM), Kecamatan Limo, Risani Pattisahusiwa meminta kepada Dinas Perijinan atau pihak terkait untuk memastikan perijinan aktivitas penggalian tanah di kawasan dekat Makam Kopo Rw 05, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo.

“Saya sudah lapor ke bidang pengawasan pembangunan Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) soal perijinan aktivitas Galian dan pengangkutan tanah dari areal pemakaman Kopo Rw 05, Kelirahan Limo, Kecamatan Limo, dan pak Pache selaku Kabid Wasbang DPMPTSP berjanji akan menurunkan jajaran kelokasi guna memeriksa perijinan kegiatan tersebut,” katanya.

Kabid DPMPTSP, kata dia, sudah janji akan turunkan jajarannya kelokasi. Dirinya akan melihat apa tindakan selanjutnya, pasalnya kegiatan ini tak hanya merugikan warga yang dilintasi mobil truk, tapi juga bisa mempercepat kerusakan Jalan lapangan sepak bola Relis yang dilintasi puluhan bahkan mungkin ratusan kendaraan truk pengangkut setiap hari.

“Mungki kalau mobip pengangkutnya cuma puluhan, tapi dalam sehari satu mobil bisa beberapa kali bolak balik sehingga kalau dihitung jumlah melintasnya bisa ratusan kali dalam sehari, itu akan mempercepat kerusakan jalan, karena tonase angkutan truk itu cukup tinggi sedangkan Jalan Relis merupakan Jalan Lingkungan yang ketebalan nya hanya sepuluh sentimeter,” tutup Risani. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here