Waspada Penculikan Anak Mulai Marak, Ini Sketsa Terduga Pelakunya

563
Inilah sketsa terduga pelaku penculikkan anak beberapa hari lalu di kawasan Sukmajaya

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Salah satu anak dari delapan anak yang sempat dibawa kabur oleh orang tidak dikenal dugaan penculikan sempat diancam mistis atau santet. Hal itu dikatakan orang tua korban, Ersih Kurniasih kepada wartawan di kawasan Sukmajaya yang mengatakan putrinya berinisial KE saat dibawa terduga pelaku ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Terduga pelaku mengancam putri saya dan korban yang lain dengan hal mistis, yaitu santet. Pelaku sempat ngancam santet dan pelaku sempat menawarkan anak-anak pulang atau pulang sendiri, terus anak-anak bilang pulang sendiri aja. Pelaku bilang siap-siap saja nanti di jalan disantet,” ujarnya, kemarin.

Akibat ancaman tersebut para korban langsung ketakutan, namun tidak bagi KE putri Esih.

Esih mengatakan, putrinya tercinta masih terus melawan terduga pelaku meski telah diancam.

“Anak-anak yang lain jadi ketakutan, tapi kalau anak saya ngelawan terus, dia digalakin terus karena ngelawan. Anak saya bilang santet itu apa, ya sudah santet saja,”katanya.

Akibat penculikan tersebut, putrinya kehilangan telepon genggam yang digasak oleh pelaku.

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah memastikan, delapan anak yang menjadi korban penculikan beberapa waktu lalu, seluruhnya dalam kondisi sehat. Namun beberapa anak mengalami trauma akibat kejadian itu.

“Ada satu dua anak yang trauma dan masih takut untuk keluar rumah,” katanya.

Terkait hal itu, Azis menegaskan, pihaknya telah menyiapkan pendampingan khusus untuk para korban, utamanya soal pemulihan psikologis.

“Sejauh ini kondisi anak-anak sehat, mereka dalam pengawasan orang tua dan kami sambangi untuk diketahui kondisi terakhir, dan Alhamdulillah mereka semua sehat,” jelasnya.

Terkait perkembangan pengejaran terduga pelaku, polisi sudah menyebar sketsa wajah pria misterius itu di beberapa tempat umum. Di antaranya di terminal, angkutan kota dan media sosial maupun berita.

“Ada yang menyampaikan pernah melihat pelaku, namun setelah dicek ternyata bukan. Kemudian kita juga sudah minta bantuan inavis untuk men-tracing orang yang mirip dengan sketsa tersebut,” ujarnya.

Dia mengatakan, sampai saat ini sudah ada 16 saksi yang telah menjalani pemeriksaan.

“Soal ada tidaknya pelecehan nanti kita dalami. Anak-anak saat ini dalam kondisi sehat,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here