Tak Kapok Berbuat Kriminal, Residivis Ditembak Polisi

60
Inilah residivis kambuhan yang ditembak polisi

Margonda | jurnaldepok.id
Dua residivis kembali beraksi salah satunya ditembak kaki kirinya saat ditangkap aparat Kepolisian Polres Metro Depok di Kawasan Citayam.

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah kepada wartawan mengatakan, dua residivis melakukan pencurian sepeda motor (Curanmor) yang biasa beraksi di sejumlah wilayah.

Polisi mencatat, sedikitnya ada 46 motor yang telah digasak pelaku hanya dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.

“Dua pelaku yang berhasil dibekuk yakni IR dan SY. Keduanya dilumpuhkan oleh anggota kami dengan timah panas petugas dalam penggerebekan di kawasan Citayam. Mereka biasa beroperasi dengan cara berkelompok. Total pelaku menurut tersangka yang kami amankan ini, ada lima,” ujarnya, kemarin.

Itu artinya, kata dia, masih ada tiga pelaku lain yang masih dalam pengejaran timnya.

“IR berperan sebagai eksekutor, sedangkan SY bertindak sebagai joki. Dari hasil penyelidikan diketahui kelompok ini telah beroperasi dari September 2019 hingga Februari 2020. Sudah ada 46 motor yang dicuri oleh kelompok ini. Namun barang bukti yang berhasil kami amankan hanya ada empat saja, karena selebihnya sudah mereka jual,” paparnya.

Modus operandi yang digunakan pelaku seperti biasa yakni mereka menggunakan kunci T. Adapun sasarannya adalah motor yang diparkir tanpa penjagaan. Berdasarkan hasil introgasi polisi, kedua pelaku adalah residivis.

“Mereka berdua ini residivis juga, yang IR kasus pelecehan seksual, sedangkan si SY ini maling sepeda,” katanya.

Untuk pembagian hasil curian, lanjut Azis, IR mendapat jatah Rp 250 ribu untuk satu unit motor.

“Hasil kejahatan mereka bagi rata, satu kendaraan dijual Rp 800 ribu hingga Rp 2 juta, tergantung kondisi motor curiannya. Selain di Depok, kelompok ini juga biasa berulah di kawasan Jakarta, Bogor dan Bekasi. Biasanya, motor hasil curian itu di jual ke penadah dengan sistem ketemuan,” jelasnya.

Pelaku mengaku, motor yang paling mudah dicuri adalah matik jenis Mio. Mereka hanya butuh waktu satu menit untuk melancarkan aksinya tersebut.

“Yang gampang itu Mio dan gampang dijual juga,” kata salah satu pelaku, IR

IR menambahkan, melakukan aksi pencurian motor karena kebutuhan ekonomi.

“Kalau habis mencuri kami jadi sopir angkot, dan dari hasil mencuri motor hasilnya sekitar Rp 200 ribu untuk kebutuhan sehari-hari,”katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan yang ancaman maksimalnya lima tahun penjara. Kasusnya kini dalam penyelidikan lebih lanjut. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here