Menang di Putusan Lembaga Tinggi Negara, PT PJR Kuat Secara Hukum

202
Pertemuan PT PJR dengan para pedagang pasar kemirimuka

Beji | jurnaldepok.id
Putusan Pengadilan Negeri Bogor, Pengadilan Depok, hingga Mahkamah Agung yang memenangkan PT Petamburan Jaya Raya (PJR) atas Pasar Kemirimuka merupakan putusan negara yang sah dan kuat sehingga tidak bisa diganggu gugat.

Demikian dikatakan Kuasa Hukum PT Petamburan Jaya Raya dan Pengamat Hukum Pidana, Saor Siagian saat berdialog dengan para pedagang Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji.

“Kami katakan dan ingatkan ini Putusan Pengadilan yang memenangkan PT Petamburan Jaya Raya merupakan putusan negara dan sah, bukan putusan yang ecek-ecek. Negara Indonesia merupakan negara hukum bukan negara preman, jadi semua produk hukum adalah milik Negara, sehingga tidak ada lagi pedagang yang dibohongi mengatasnamakan Negara,” ujarnya, kemarin.

Jika ada satu pedagang yang mengatakan kalau dirinya mempertahankan Pasar Kemirimuka hingga darah penghabisan demi Negara, itu merupakan tindakan yang tidak berlogika.

“Lah kan jelas Pengadilan Negeri itu merupakan produk negara bukan swasta, jadi sudah sah Negara memenangkan PT Petamburan Jaya Raya atas lahan Pasar Kemirimuka,”katanya.

Dia mengatakan PT Petamburan Jaya Raya merupakan pemilik yang sah dan kuat atas lahan Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji.

“Pedaganglah yang pertama kali untuk merasakan masa depan Pasar Kemirimuka, oleh karena itu satu sama lain para pedagang untuk bersatu menciptakan Pasar Kemirimuka yang lebih baik. Kami rasa semua sahabat untuk mensejatherahkan para pedagang di Pasar Kemirimuka,” paparnya.

Semangat para pedagang bersama PT Petamburan Jaya Raya yang ingin memperbaiki kondisi Pasar Kemirimuka dinilai sangat luar biasa karena masalah Pasar Kemirimuka sudah terjadi sejak lama. Pedagang juga harus memberikan informasi yang benar bukan hoax salah satunya berita mengenai putusan Pengadilan Negeri memenangkan Pasar Kemirimuka yang sah dan kuat.

Saor Siagian yang merupakan Pengamat Hukum Pidana menambahkan, penudaan pembacaan deklarasi eksekusi Pasar Kemirimuka infonya karena kondisi pasar yang tidak aman sehingga dilakukan penundaan.

“Jika alasan tidak aman, ya seharusnya pihak berwajib melakukan pengamanan saat proses pembacaan deklrasi eksekusi,” ungkapnya.

Dia mengatakan masalah Pasar Kemirmuka dinilai sudah lama dan sepatutnya untuk diselesaikan.

“Jadi tidak ada lagi alasan menunda pelaksanaan pembacaan deklarasi ekseskusi karena putusan Pengadilan Negeri yang memenangkan PT Petamburan Jaya Raya adalah putusan negara yang sah dan kuat,” tegasnya.

Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Tradisional Margonda Depok atau PPPTMD, Yaya Barhaya menambahkan dengan adanya pertemuan tersebut sudah jelas kalau Negara sudah memenangkan PT Petamburan Jaya atas kepemilikan Pasar Kemirimuka.

Dia bersama pedagang lainnya ingat akan ucapan Karno Sumardo pedagang yang menolak pembacaan deklarasi dengan alasan untuk memperjuangkan Pasar Kemirimuka demi negara hingga titik darah penghabisan.

“Jadi apakah mau masih menolak pembacaan deklarasi hingga titik darah penghabisan, Lembaga Tertinggi Negara Mahkamah Agung memenangkan PT Petamburan Jaya Raya atas Pasar Kemirimuka,”katanya.

Yaya berharap dengan adanya pertemuan ini para pedagang mengerti hasil putusan masalah Pasar Kemirimuka yang sudah 10 kali menang dan tiga kali Ingkracht serta sah, kuat tidak bisa diganggu gugat lagi. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here