Ciieee…Pradi Lebih Intens Dengan Afifah, Rama Siap-siap Ditinggal

252
Pradi saat berbincang dengan awak media di salah satu hotel di kawasan Margonda

Margonda | jurnaldepok.id
Bakal calon wali kota Depok dari Partai Gerindra, Pradi Supriatna mengaku jika dirinya lebih intens berkomunikasi dengan Hj Afifah Alia ketimbang Rama Pratama yang keduanya merupakan bakal calon wakil wali kota Depok dari PDI Perjuangan.

Pernyataan itu diungkapkan oleh Pradi saat menjawab pertanyaan wartawan, apakah lebih memilih Rama atau Afifah untuk menjadi wakilnya dalam sebuah acara bincang siang wartawan dengan bakal calon wlai kota yang digagas Depok Media Center (DMC).

“Dari komunikasi-komunikasi intens yang saya lakukan, saya saat ini sedang intens dengan teman-teman PDI Perjuangan dan sudah terbangun, harapannya bisa terbangun dengan yang lain juga, yang mendekati lagi dengan PKB dan PSI,” ujar Pradi dihadapan awak media, Rabu (8/7).

Tak hanya itu, di tingkat pusat baru saja terjadi komunikasi antar pucuk pimpinan Gerindra dan Golkar.

“Yang intens komunikasi dengan saya yakni Ibu Afifah, sama Pak Rama saya baru bertemu sekali di sebuah acara diskusi,” paparnya.

Namun begitu, Pradi mengaku Rama dan Bayu Pradana akan menjadi lawan terberatnya dalam pilkada nanti.

“Lawan yang berat itu adalah lawan yang tidak kelihatan. Kalau Pak Idis dan Pak Imam saya sudah tahu lebih dan kurangnya, tapi justru yang enggak kelihatan ini dan masih meraba-raba. Buat saya rama salah satu calon yang cukup berat karena pernah di DPR RI dan saya belum tahu kemampuan dia, karena belum pernah memimpin,” terangnya.

Terkait rekomendasi, Pradi membenarkan saat ini sudah ada dua nama yang telah direkomendasikan oleh DPD Partai Gerindra ke DPP yakni dirinya dan Rudi Samin.

Lebih lanjut ia mengatakan, setiap partai memiliki mekanisme yang harus diikuti oleh kader maupun bakal calon, dari mulai pendaftaran di tingkat kota, berlanjut ke DPD dan finalnya di DPP.

“Untuk proses di tingkat kota sudah selesai, tingkat DPD saya sudah dipanggil bersama dengan Rudi Samin. Saat ini sedang menuju tingkat DPP dan di tingkat DPP saya sudah beberapa kali diundang,” katanya.

Dengan begitu, Pradi menyerahkan sepenuhnya kepada DPP Partai Gerindra terkait rekomendasi yang nantinya akan diberikan kepada siapa.

Ketika ditanya apakah dirinya masih mungkin berpasangan dengan Idris dalam pilkada 9 Desember 2020 mendatang, Pradi menjawab itu dengan pesimis.

“Sampai hari ini beliau (Idris,red) tidak pernah mengajak diskusi persoalan pilkada maupun pembahasan politik ke saya, kalau ke yang lain saya lihat sering. Kalau teman-teman lain saya lihat didatengin semua, tapi saya enggak,” jelasnya.

Hal tersebut, sambungnya, mengindikasikan dirinya harus bersiap-siap mencari pendamping yang lain.

“Karena sabagi ketua partai saya tentunya harus ada progress yang dilaporkan kepada pimpinan baik yang berada di provinsi maupun pusat. Saya tidak mau main-main di injury time,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here