Terkesan Dipaksakan, Kontraktor Tol Desari Dinilai Langgar Kesepakatan

2654
Kemacetan parah terjadi di akhir pekan kemarin tepatnya di depan Gerbang Tol Sawangan 4

Margonda | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Mohammad Idris angkat bicara prihal operasional Gerbang Tol Sawangan 4 pada Tol Desari seksi II yang berada di Jalan Raya Sawangan, Pancoran Mas.

Idris mengatakan, ada beberapa kesepakatan yang seharusnya dilakukan terlebih dahulu oleh pihak kontraktor sebelum gerbang tol dibuka untuk kelancaran arus lalu lintas.

“Dua hari lalu pihak kontraktor sudah melakukan audiensi dengan kami dan kami memberikan masukan-masukan. Ada beberapa hal yang harus dilengkapi dari sisi Andalalin terutama di pintu keluar tol, karena posisi keluar tol ada yang belok ke kanan (Bojongsari) dan ke kiri (Depok),” ujar Idris kepada Jurnal Depok, kemarin.

Selain itu, sambungnya, traffic light yang tepat berada di depan pintu masuk dan keluar tol harusnya terkoneksi dengan ACTS milik Pemkot Depok, agar nantinya durasi traffic light bisa dikendalikan dan waktunya lebih lama.

“Jadi, nanti ketika ada kemacetan adanya di jalan tol, bukan di Jalan Raya Sawangan, itu arahan kami dari awal,” paparnya.

Selain itu, Idris juga telah meminta pihak kontraktor untuk segera memindahkan Kantor Kelurahan Rangkapan Jaya yang berada persis di pinggir jalan tol. Dengan harapan, kata dia, ketika nanti dibongkar bisa dijadikan jalan alternatif dan mampu menampung kapasitas kendaraan.

“Mereka sudah setuju dan akan dikontrakkan sementara ke tempat lain, namun sampai saat ini belum terelaisasi. Itu jalan tol kan koordinasinya antara kementerian dan pihak kontraktor, namun tolong kami sebagai kepala daerah memiliki kepentingan, warganya warga kami, macetnya adalah wajah kami juga. Makanya kami terima audiensi, komitmen itulah yang harusnya dilaksanakan,” tegasnya.

Idris juga sesungguhnya telah meminta waktu sepakan paling cepat untuk memindahkan barang-barang di kantor kelurahan ke tempat lain. Namun, itu belum terlaksana, jalan tol sudah dioperasikan.

“Kami tidak mengatakan itu (terlalu memaksakan,red), tapi seharusnya pihak kontraktor menjalankan komitmen itu,” tukasnya.

Sementara itu, terkait pelebaran Jalan Raya Sawangan mulai dari Gerbang Tol Sawangan 4 ke arah barat dan timur baru bisa dilakukan di 2022.

“Mereka janji pelebaran dimulai dari Parung Bingung dan Perempatan Mampang. Pembangunannya dari pemerintah pusat. Ini kewenangannya di PUPR,” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, H Dadang Wihana mengatakan, keberadaan tol harus memberi dampak positif terhadap layanan transportasi, pembangunan daerah dan kegiatan warga, bukan sebaliknya.

“Untuk itu perlu sinergi pusat daerah, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaannya,” tandasnya.

Dikatakannya, masih banyak yang harus dipenuhi dalam pembangunan tol, terutama on off ramp Sawangan.

“Kewajiban investor dan pusat, sesuai Andalalin adalah melebarkan jalan hingga ke Simpang Kodim dan Simpang Parung Bingung. Ini adalah kebutuhan yang harus diprioritaskan. Jika tidak, maka on off ramp Sawangan akan menjadi titik kemacetan baru,” tegasnya.

Lebih lanjut ia memgatakan, pada saat audiensi dengan Wali Kota Depok, Mohammad Idris, sebelum dibuka akan diselesaikan dulu komitmen pembangunan Kantor Kelurahan Rangkapanjaya

“Tapi ini tiba-tiba mendadak akan dibuka, padahal msih banyak hal yang belum diselesaikan. Tol nya mungkin sudah laik fungsi, tapi area sekitar on off ramp Sawangan di Jalan Raya Sawangan belum memenuhi syarat secara MRLL,” jelasnya.

Widijanto, Project Manager PT Citra Waspphutowa beberapa waktu lalu mengatakan, setelah laik fungsi dilakukan, baru di bulan April jalan tol dapat dioperasikan. Ia mengatakan, bahwa laik fungsi bukanlah uji coba namun tahapan yang dilakukan oleh tim laik fungsi dari Kementerian PUPR, Perhubungan Darat dan Korlantas.

“Selama satu bulan akan dicek seluruh kelengkapannya oleh tim laik fungsi baik dari sisi keselamatan jalan seperti pagar gadril, rambu petunjuk, marka jalan hingga pagar yang menutup agar tidak ada pejalan kaki yang menyebrang di jalan tol,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, panjang Tol Desari seksi II mencapai 6,2 kilo meter. Sementara pembangunan lanjutan dari Sawangan ke Bojonggede akan dilakukan di tahun ini dengan terlebih dahulu melakukan pembebasan lahan.

Jika nanti proses pembebasan lahan yang didapat cukup panjang dan luas, kata dia, maka akan dilanjutkan kembali proses pembangunannya hingga Bojonggede.

“Nanti itu masuk seksi III dengan panjang sekitar 9,5 kilo meter dari Sawangan. Untuk tarif (Gerbang Tol Sawangan 4,red) itu kewenangan dari Kementerian PUPR, nanti keputusannya dari kementerian,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here