Peserta SBMPTN Diwajibkan Mengikuti Protokol Kesehatan

20
Slah seorang peserta SBMPTN saat dicek suhu tubuhnya

Beji | jurnaldepok.id
Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 yang dimulai pada, Minggu (5/7) salah satunya di Kampus UI Kota Depok.

“Kami telah menyusun protokol kesehatan sesuai darahan yang diberikan oleh LTMPT Pusat. Semua peserta wajib menggunakan masker menjalani pengecekan suhu sebelum masuk ruangan dan penyemrptan cairan disinfektan ke tangan peserta. Panitia telah menyusun ruang ujian dengan jarak minimal 1,5 meter antara satu peserta dengan peserta lainnya” ujar Ketua Pusat UTBK UI, Rosari Saleh, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, kemarin.

Sebagai penyelenggara dengan total peserta ujian 1.440 orang per hari, UI tidak main-main menegakan protokol kesehatan dan menambah beberapa syarat teknis pada peserta. Diantaranya dengan larangan pengantar menunggu selama ujian berlangsung dan hanya diperkenankan drop off untuk menghindari kerumunan.

“Panitia juga bersiap dengan masker, face shield dan sarung tangan. Panitia memeriksa suhu tubuh peserta dan menyemprotkan cairan disinfektan ke tangan peserta, sebelum mereka memasuki ruangan,” paparnya.

Kendaraan kesehatan (ambulance) juga disiagakan untuk mengantisipasi adanya peserta yang sakit agar bisa dilakukan pertolongan pertama dengan mengirim pasien ke Klinik Makara UI.

“Bila peserta yang jatuh sakit dan kemudian tidak dapat melanjutkan proses ujian, maka kami akan langsung melaporkannya kepada Panitia LTMPT Pusat, agar peserta dapat memperoleh jadwal terbaru untuk melaksanakan UTBK di hari yang berbeda,”katanya.

Dijelaskannya, semua hal sudah diantisipasi sesuai protap dari LTMP Pusat dan disimulasikan terus menerus oleh Direktorat Penerimaan Mahasiswa Baru berkoordinasi dengan semua civitas yang terlibat, termasuk koordinasi dengan Satpol PP Depok dan Kepolisian untuk memastikan penegakan protokol kesehatan.

Sebagai informasi, pelaksanaan UTBK di UI dilakukan di dua lokasi kampus berbeda yakni Salemba dan Depok. Total peserta ujian di Kampus Depok sebanyak 720 peserta untuk setiap sesi.

“Mereka dibagi dalam 40 ruangan yang sudah disterilisasi sebelumnya di Kampus Depok. Sedangkan di Kampus Salemba, terdapat 380 peserta, dimana per sesinya terdiri atas 190 orang, yang mengisi 12 ruangan,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here