Ada-ada Saja WC Umum Dibangun di Atas Trotoar, Ketua RW Geram

569

Limo | jurnaldepok.id
Ketua RW 14 Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Didiek Sutiyasdiatmo meminta kepada jajaran Trantibmas Kelurahan atau Satpol PP Kecamatan Limo untuk membongkar bangunan toilet diatas trotoar Jalan Krakatau RT 03/14.

Pasalnya, kata dia, selain melanggar aturan, keberadaan bangunan toilet yang diperuntukkan bagi petugas keamanan Rt 03/14, juga mengganggu kenyamanan warga dan merusak keindahan dikawasan seputar jalan.

“Ketua RT tidak berkoordinasi dengan kami pengurus RW saat akan membangun toilet untuk para petugas keamanan RT, padahal lahan yang ditempati merupakan lahan fasum yang peruntukan nya jelas sebagai trotoar atau ruang penghijauan, kami pengurus RW menerima pengaduan keberatan dari warga di RT lain yang merasa tak nyaman melihat keberadaan bangunan WC dipinggir jalan dan saluran air itu,” ujar Ketua Rw 14 Didiek Sutiyasdiatmo, kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dikatakan Didiek, sebelum melayangkan surat ke Tramtib Kelurahan dan Satpol PP Kecamatan Limo, dirinya sudah meminta kepada Ketua RT 03/14 untuk membongkar Tolilet diatas trotoar itu, namun lanjut dia permintaan itu tidak diindahkan oleh sang Ketua RT dengan dalih telah pembangunan WC tersebut telah mendapat persetujuan dari warganya.

“Saya kok belum pernah lihat ada Toilet diatas trotoar dalam perumahan, dan perlu diketahui bahwa di perumahan Blok J Rw 14 ini sudah ada Toilet untuk Satpam dan jika memang Satpam Rt 03/14 ingin toilet lebih dekat ya, silahkan bangun Toilet tapi jangan diatas trotoar dan melanggar aturan, intinya kami tetap minta WC itu dibongkar dan dipindahkan ketempat lain yang tidak melanggar aturan,” imbuhnya.

Sementara, Ketua Rt 03/14, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Ronny Roy Hutasoit mengakui jika sebelum membangun WC dirinya tidak berkoordinasi terlebih dahulu dengan Ketua RW, namun kata dia setelah bangunan jadi, dia melaporkan adanya bangunan WC tersebut.

“Memang sebelumnya kami tidak melapor, mungkin itu kelalaian kami, tapi perlu diketahui, bahwa bangunan WC untuk satpam ini sudah disetujui oleh warga kami, makanya saya memberanikan diri untuk membangun WC di atas lahan ini,” terang Ronny.

Menanggapi hal ini, Kasie Trantibum Kecamatan Limo, Abdullah mengatakan secara aturan, WC yang dibangun oleh pengurus lingkungan RT 03/14 memang tidak dibenarkan, namun lanjut dia keberadaan WC tersebut memilik nilai manfaat dan sudah terlanjur dibangun.

“Memang secara aturan itu salah karena dibangun diatas trotoar yang merupakan bagian dari lahan fasum, tapi saya melihat bangunan itu sudah terlanjur jadi, oleh sebab itu nanti kami akan mencoba untuk mencarikan solusinya dengan memanggil semua pihak terkait,” kata Abdullah saat meninjau bangunan WC di Jalan Krakatau Rt 03/14, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo.

Dia berharap akan ada win win solution dalam upaya menyelesaikan polemik antar pengurus RT dan RR tersebut. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here