Hobi Mancing, Bolay Ditemukan Tewas Tergantung di Dalam Rumah

144
Kerumunan warga saat mendatangi rumah Bolay yang tewas diduga gantung diri

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
ES alias Bolay pada, Selasa (30/6) ditemukan tewas menggantung di rumahnya di Gang Kimah RT 005/001, Kp Rawa Denok, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Korban ES alias Bolay (46), bapak satu anak ini ditemukan keluarganya sudah tidak bernyawa dalam keadaan tergantung di ruang dapur.

“Waktu mau membuka warung, kakak saya mencium bau busuk menyengat keluar dari dalam rumah korban. Setelah dicek kondisi pintu rumah tidak terkunci melihat di ruang dapur korban sudah dalam posisi tergantung,”ujar Anggra Yudha (24), keponakan korban, Selasa (30/6).

Saat ditemukan, kata dia, mamangnya tersebut mengeluarkan darah diduga dari dalam mulut.

“Seperti ada bercak darah dari mulutnya, kondisi jasad sudah keadaan bengkak membusuk,”katanya.

Sementara itu korban semasa hidup tidak terlihat ada masalah, dan tidak pernah ada cekcok atau permasalahan keluarga.

“Selama ini yang kami tahu korban tidak pernah ada masalah. Meski telah ditinggal lama cerai oleh istri dengan anak satu setelah itu hidupnya seperti orang normal, sehari-hari kerja buruh bangunan juga suka mancing mengisi waktu kosong,”katanya.

Kanit Reskrim Polsek Pancoran Mas, Iptu Hendra mengatakan dari lokasi kejadian ditemukan tali rapiah warna hijau terlilit di atap plapon dapur rumah.

“Dalam posisi keadaan tergantung korban menggunakan pakaian kemeja corak merah muda, celana jeans biru, dan ada sendal jepit biru. Diperkirakan jasad sudah berusia tiga hari,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, terakhir berkomunikasi dengan keluarga pada Sabtu (28/6) malam.

“Setelah itu keluarga korban tidak ada komunikasi lagi. Jadi diperkirakan melihat kondisi keadaan jasad sudah lebih dari tiga hari,” katanya.

Setelah dilakukan identifikasi, Polres tidak menemukan tanda kekerasan.

“Murni gantung diri, segera dimakamkan pihak keluarga. Selain itu akan dibuatkan surat keterangan tidak mau divisum,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here